Rangkaian Blunder Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir: Dari Tunjangan Beras Rp12 Juta hingga Kos Rp78 Juta

Ilustrasi blunder pernyataan Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir. - AI/Samudrafakta
Adies Kadir menyebut beras Rp12 juta, bensin Rp7 juta, hingga kos Rp78 juta. Semua keliru.

__________

Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir menuai kritik tajam. Ucapannya soal tunjangan anggota dewan berulang kali keliru dalam sepekan terakhir.

Pada Selasa, 19 Agustus 2025, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Adies menyebut tunjangan beras naik jadi Rp12 juta per bulan. Faktanya, tunjangan beras tetap Rp200 ribu sejak 2010. Keesokan harinya, 20 Agustus, ia buru-buru meralat di Jakarta: “Saya salah data.”

Bacaan Lainnya

Di hari yang sama, 19 Agustus, Adies juga menyebut tunjangan bensin naik menjadi Rp7 juta per bulan. Sehari kemudian, 20 Agustus, ia mengoreksi. Nilainya tetap Rp3 juta.

Blunder terbesar muncul Kamis, 21 Agustus 2025, saat ia diwawancara di Gedung DPR RI. Adies membela tunjangan rumah Rp50 juta per bulan. Menurutnya, kos di Jakarta Rp3 juta per bulan. Lalu ia mengalikan dengan 26 hari kerja hingga muncul angka Rp78 juta per bulan. Hitungan itu langsung jadi bahan olok-olok di media sosial.

Pada 22 Agustus 2025, Adies kembali bicara di Senayan. Ia mengaku keliru berhitung. Namun tetap bersikeras, tunjangan rumah Rp50 juta wajar karena rumah jabatan Kalibata dan Ulujami sudah dikembalikan ke negara.

Pernyataan lain yang juga menuai kritik muncul dalam kesempatan berbeda, sekitar 19–21 Agustus di Jakarta. Adies menyebut “Menkeu mungkin kasihan pada anggota DPR” karena harga pangan naik. Kalimat itu dianggap publik sebagai bentuk tidak peka di tengah kondisi rakyat yang sulit.

Blunder demi blunder membuat nama Adies trending. Netizen sibuk mengoreksi. Media menyorot lemahnya kepekaan DPR.

Publik pun semakin geram. Bukan hanya soal angka, tapi soal empati.***

______________

🗓 Timeline Blunder Adies Kadir Soal Tunjangan DPR

Agustus 2025 — Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
19 Agustus 2025 -📍 Senayan
    • “Tunjangan beras naik dari Rp10 juta jadi Rp12 juta per bulan.”
    • “Tunjangan bensin Rp7 juta per bulan.”
20 Agustus 2025 -📍 Jakarta
    • Ralat: “Saya salah data. Tunjangan beras tetap Rp200 ribu, bensin Rp3 juta.”
21 Agustus 2025 -📍 Gedung DPR RI, Senayan
    • “Kos di Jakarta Rp3 juta per bulan. Dikali 26 hari kerja, jadi Rp78 juta per bulan.” Pernyataan ini digunakan untuk membela tunjangan rumah Rp50 juta.
22 Agustus 2025 -📍 Senayan
    • Ralat: “Hitungan saya keliru. Tapi tunjangan rumah Rp50 juta tetap wajar.”
19–21 Agustus 2025 -📍 Jakarta
    • “Menkeu mungkin kasihan pada anggota DPR karena harga pangan naik.”

🔎 Catatan

    • Semua ucapan di atas beredar luas di media.
    • Publik menilai DPR kurang peka.
    • Netizen dan media arus utama ramai-ramai mengoreksi.

Pos terkait