Putri Wakil Ketua DPRD Sulsel Diduga Kuasai 41 Dapur MBG, BGN: “Itu Investasi”
BGN menyebut kepemilikan 41 dapur MBG oleh putri politikus Gerindra sebagai investasi non-APBN.
Viral di media sosial, 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan diduga dikuasai Yasika Aulia Ramadhany (20 tahun), putri Wakil Ketua DPRD Sulsel dan politikus Gerindra, Yasir Machmud. Dapur-dapur tersebut tersebar di empat wilayah: 16 di Makassar, 3 di Parepare, 2 di Gowa, dan 10 di Kabupaten Bone.
Secara administratif, dapur itu berada di bawah berbagai yayasan berbeda. Namun, dari informasi yang beredar, seluruh entitas tersebut disebut terhubung dalam satu kelompok bernama Yayasan Yasika Group.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan tanggapan resmi. Ia menyebut pembangunan dapur oleh Yasika bukan memakai APBN sehingga dianggap sebagai penanaman modal pribadi.
“Itu kan bukan uang negara, itu investasi. Jadi siapapun yang mampu membangun, dipersilakan,” kata Dadan, Jumat (21/11/2025).
Aturan BGN dan Dugaan Pelanggaran Kuota
Isu ini ramai karena BGN menetapkan satu yayasan hanya boleh mengelola maksimal 10 unit dapur. Dengan 41 dapur berada di bawah jaringan yayasan yang diduga satu kepemilikan, muncul pertanyaan tentang kepatuhan terhadap aturan tersebut.
Pendiri Watchdoc, Dandhy Laksono, turut menyoroti kasus ini.
“MBG investasi elektoral Prabowo dan mesin politiknya,” tulis Dandhy dalam unggahannya. Ia juga menyatakan, “Gak ada hubungannya dengan perbaikan gizi dan kualitas SDM.”
Skema Modal, Biaya, dan Potensi Keuntungan
Menurut BGN, program MBG dijalankan secara tersentralisasi dengan pengelolaan dapur oleh individu, perusahaan, atau yayasan yang memenuhi syarat modal. Satu dapur membutuhkan investasi awal sekitar Rp1,5 miliar untuk bangunan dan peralatan. Setelah beroperasi, satu SPPG mendapat beaya operasional rata-rata Rp10 miliar per tahun.
Ombudsman RI menyebut keuntungan pengelola berkisar Rp2.000 per porsi. Dengan estimasi Yasika Group melayani 123.000–143.500 porsi per hari, potensi keuntungan hariannya mencapai Rp246 juta–Rp287 juta. Dalam hitungan bulanan, angkanya diperkirakan Rp4,92 miliar–Rp5,74 miliar.
Keluhan UMKM dan Dugaan Rente dalam Rantai Suplai
Meski BGN kerap menyatakan program MBG akan “menumbuhkan ribuan UMKM”, sejumlah pelaku usaha kecil mengaku sulit masuk karena syarat modal pembentukan dapur dinilai berat.
BGN membuka peluang UMKM menjadi pemasok bahan makanan ke dapur MBG. Namun, dari keluhan lapangan, para pemilik dapur disebut cenderung memilih pemain besar yang mampu memasok secara efisien.
Di sisi lain, muncul dugaan penggunaan supplier perantara dengan harga lebih tinggi, memunculkan potensi rent-seeking dalam selisih harga.
Tantangan Integritas Program MBG
Program MBG memiliki mandat utama untuk menekan stunting dan meningkatkan gizi anak usia sekolah. Namun, dengan skema permodalan yang besar, tingginya nilai kontrak, serta sorotan publik terhadap kepemilikan multi-dapur, pertanyaan mengenai efektivitas dan integritas tata kelola kembali mengemuka.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh pengelola wajib mengikuti aturan BGN, sementara publik menunggu langkah pengawasan lanjutan.***





