Purwakarta Terancam Tanah Bergerak, Badan Geologi Rekomendasikan 7 Langkah Mitigasi. Apa Saja?

Penampakan lokasi pergerakan tanah di Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Foto:Badan Geologi
Penyebab Pergerakan Tanah

Penyebab utama terjadinya pergerakan tanah di Kp. Bungur Sarang adalah kombinasi antara karakteristik tanah yang mudah pecah dan plastis saat jenuh air, serta sistem drainase yang buruk. Air permukaan yang tidak terkelola dengan baik semakin memperburuk erosi lereng, terutama saat hujan deras. Selain itu, kemiringan lereng yang curam juga mempercepat pergerakan tanah, meski gerakan ini awalnya lambat.

Pergerakan tanah yang terjadi di daerah ini adalah tipe rayapan dengan bidang gelincir melengkung. Gerakan ini dimulai dari interaksi air tanah dengan material tanah lempungan dan serpih yang mudah mengembang saat terpapar air. Ketika air menggenangi tanah, daya ikat material berkurang, sementara kemiringan lereng yang curam membuat tanah bergerak perlahan ke bawah, menciptakan retakan di permukaan.

Rekomendasi Mitigasi

Badan Geologi memberikan sejumlah rekomendasi teknis untuk mencegah meluasnya pergerakan tanah:

Bacaan Lainnya
  1. Evakuasi Sementara: Warga yang tinggal di rumah yang rusak harus dipindahkan sementara waktu hingga penanganan selesai.

  2. Perbaikan Drainase: Perlu dilakukan penutupan retakan dan perbaikan sistem drainase agar air tidak meresap ke dalam tanah, menggunakan paralon atau saluran kedap air.

  3. Pengalihan Aliran Air: Mengalihkan aliran irigasi agar tidak melewati lokasi bencana untuk mengurangi beban pada lereng.

  4. Pembangunan Kembali: Rumah-rumah yang rusak berat dapat dibangun kembali dengan konstruksi ringan dan sistem pembuangan air tertutup.

  5. Penguatan Lereng: Pemeliharaan vegetasi di lereng terjal dan kaki lereng perlu dilakukan, dengan menggunakan tanaman berakar kuat untuk menjaga kestabilan tanah.

  6. Perbaikan Infrastruktur: Jalan yang terdampak gerakan tanah harus segera diperbaiki dengan menambahkan talud atau dinding penahan serta sistem drainase yang memadai.

  7. Pendidikan dan Sosialisasi: Warga dan perangkat desa perlu dilibatkan dalam sosialisasi mengenai gejala pergerakan tanah agar bisa lebih waspada terhadap tanda-tanda bencana.***

Pos terkait