Pro-Kontra Susu Ikan jadi Menu Makan Gratis Prabowo Gibran, Apa Kata Pakar?

Ilustrasi susu ikan. Foto: Canva
Surabaya – Wacana pengenalan susu ikan sebagai alternatif susu sapi mendapat perhatian luas, setelah ide ini disampaikan Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD, Sis Apik Wijayanto, dalam rapat kerja bersama DPR RI beberapa waktu lalu. Respons masyarakat beragam, dengan perdebatan pro dan kontra bermunculan. Lalu, apa kata pakar?

Menurut Dede Nasrullah, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya, usulan ini didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan hanya sekitar 22,7 persen. Kebutuhan susu di Indonesia bisa dipenuhi dari produksi lokal. Selebihnya, Indonesia bergantung pada impor. Pemerintah pun kini sedang mencari alternatif untuk mengurangi ketergantungan ini, salah satunya dengan susu ikan.

“Di beberapa negara seperti Jepang dan Korea, konsumsi produk olahan ikan, termasuk bubuk protein ikan, sudah menjadi bagian dari pola makan sehari-hari,” ujar Dede pada Kamis (19/9/2024).

Bacaan Lainnya

Dede menjelaskan, susu ikan atau bubuk protein ikan kini semakin populer karena kandungan proteinnya yang tinggi serta manfaat tambahan bagi kesehatan, seperti menjaga kesehatan otak dan jantung. Di negara-negara seperti Afrika dan India, susu ikan mulai diterima sebagai solusi untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah keterbatasan sumber protein lainnya.

Dibandingkan susu sapi, Dede menyebutkan bahwa susu ikan menawarkan keunggulan, seperti kandungan protein yang lebih tinggi dan tingkat penyerapan mencapai 96%. Susu ikan juga bebas alergen dan kaya akan omega-3, EPA, dan DHA, yang sangat penting untuk perkembangan otak dan kesehatan jantung.

“Jadi, susu ikan bukan hanya solusi sementara untuk mengatasi kekurangan pasokan susu sapi, tapi juga menawarkan manfaat kesehatan jangka panjang,” kata Dede.

Namun, Dede juga memahami adanya perbedaan pandangan di masyarakat terkait inovasi ini. Menurutnya, perdebatan adalah hal yang wajar, dan ia justru mengapresiasi terobosan ini sebagai langkah peningkatan gizi masyarakat. Susu ikan dinilai mampu menjadi solusi untuk masalah stunting karena kandungan proteinnya yang tinggi.

Pos terkait