Surabaya — Suasana duka menyelimuti Universitas Ciputra setelah seorang mahasiswi berinisial SNV (21), mahasiswa semester 5, ditemukan tewas setelah diduga melakukan aksi bunuh diri. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (18/9), di mana SNV melompat dari lantai 22 gedung kampus.
Pihak Universitas Ciputra telah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menyatakan akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak kepolisian dalam proses investigasi yang berlangsung.
Berikut sejumlah fakta mengenai kejadian yang mengguncang civitas akademika ini:
1. Korban Diputus oleh Pacar
SNV diketahui mengalami tekanan emosional setelah putus dengan kekasihnya. Pesan terakhir yang dikirim melalui WhatsApp pada malam sebelum kejadian memperkuat dugaan bahwa keputusan tersebut mendorong korban untuk mengakhiri hidup.
2. Pesan Terakhir kepada Teman dan Pacar
Selain kepada pacar, SNV juga mengirim pesan kepada teman kampusnya sekitar pukul 05.48 WIB. Dalam pesannya, ia meminta agar barang-barangnya di lantai 22 segera ditemukan dan dilaporkan.
3. Rekaman CCTV Ungkap Aksi Korban
Berdasarkan rekaman CCTV, SNV terlihat tiba di kampus dengan sepeda motor. Ia lalu menuju lantai 20 menggunakan lift dan berjalan ke lantai 22 melalui tangga darurat. Rekaman tersebut mengonfirmasi korban memutuskan lompat dari ketinggian.
4. Barang-Barang yang Ditemukan
Di sekitar lokasi kejadian, pihak berwajib menemukan sejumlah barang milik SNV, termasuk sepatu, tas, ponsel, dan laptop, yang diletakkan di dekat jendela tempat korban melompat.
5. Tidak Ada Unsur Pidana
Polisi menyatakan bahwa hasil penyelidikan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau unsur pidana lainnya. Hal ini memperkuat dugaan bahwa SNV meninggal akibat bunuh diri.
6. Jasad Dievakuasi ke RSU dr. Soetomo
Korban mengalami luka parah pada bagian kepala akibat terjatuh dari ketinggian. Tim Inafis dari Polrestabes Surabaya mengevakuasi jasad SNV ke Rumah Sakit Umum dr. Soetomo untuk dilakukan visum.*




