Presiden Amerika Serikat Donald Trump dievakuasi dari Washington Hilton Hotel setelah suara yang diduga tembakan terdengar di area White House Correspondents’ Association Dinner, Sabtu (25/04) malam waktu setempat.
Melansir CNN dan BBC, kepanikan langsung menyergap ballroom. Para tamu undangan, pejabat kabinet, jurnalis, hingga tokoh publik yang hadir spontan berlindung di bawah meja ketika dentuman keras terdengar dari dekat pintu utama venue.
Dalam situasi kacau itu, personel Secret Service mengawal Trump keluar dari lokasi sambil berteriak, “Tiarap, tiarap.” Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) memastikan seorang tersangka telah diamankan.
“Satuan Tanggap Ibu Kota Nasional dari Kantor FBI Wilayah Washington telah menangani insiden penembakan di Washington Hilton, Washington D.C. Pelaku telah diamankan,” demikian pernyataan resmi FBI. Menurut kepolisian, tersangka diketahui merupakan tamu hotel.
Diduga Terobos Pos Keamanan
Laporan awal menyebut pelaku berlari menuju ruang transisi yang menghubungkan area hotel dengan ballroom utama. Sekitar pukul 20.35 waktu setempat, ia diduga mencoba menerobos pos pemeriksaan keamanan yang dilengkapi detektor logam. Tak lama berselang, suara letusan keras terdengar.
Sejumlah saksi menggambarkan bunyinya menyerupai rentetan tembakan otomatis. Koresponden yang berada di lokasi menyebut suasana ballroom mendadak berubah menjadi kepanikan massal. Para tamu bersembunyi di bawah meja, sementara aparat keamanan mengevakuasi tamu-tamu VIP satu per satu.
Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert Kennedy Jr. terlihat dikawal keluar hotel. Direktur FBI Kash Patel juga dilaporkan ikut diamankan. Trump bersama sejumlah pejabat tinggi pemerintahan kemudian dibawa ke lokasi aman.
Trump Ingin Acara Tetap Berlanjut
Tak lama setelah dievakuasi, Trump menyampaikan pernyataan lewat Truth Social. Ia memuji respons cepat Secret Service dan aparat penegak hukum.
“Malam yang luar biasa di Washington. Secret Service dan aparat penegak hukum melakukan pekerjaan fantastis. Mereka bertindak cepat dan berani. Penembak telah ditangkap,” tulis Trump di media s.
Trump bahkan merekomendasikan agar agenda makan malam tetap dilanjutkan.
“Saya merekomendasikan agar acara tetap berjalan, tetapi sepenuhnya akan dipandu oleh aparat penegak hukum. Mereka akan membuat keputusan dalam waktu dekat,” katanya.
Namun, ia mengakui malam itu telah berubah total dari rencana semula.
“Terlepas dari keputusan itu, malam ini akan sangat berbeda dari yang direncanakan,” ujar Trump.
Hingga kini belum ada laporan korban luka, termasuk Presiden Trump maupun anggota kabinet yang hadir.
FBI masih menyelidiki motif penembakan, termasuk kemungkinan apakah pelaku bertindak sendirian atau terkait jaringan tertentu.
Insiden di Washington Hilton mengguncang salah satu agenda politik-media paling prestisius di Amerika Serikat—mengubah malam seremoni menjadi malam penuh kepanikan, sirene, dan pertanyaan besar soal keamanan presiden di ruang publik.***





