Prabowo dan Tradisi Menurunkan Harga: Saatnya Tiket Kereta Api Ikut Turun!

Harga tiket kereta api eksekutif cenderung tinggi saat mudik lebaran. Sementara yang ekonomi sudah ludes dibeli para pemudik. (Ilustrasi KAI).
Presiden Prabowo Subianto punya visi yang jelas: harga-harga harus turun, kecuali harga gabah petani! Dan memang, perlu kita akui dia membuktikan janjinya. Tapi, kenapa harga tiket kereta yang ‘wow’ itu tak kunjung turun juga, padahal harga tiket pesawat sudah didrop?

Janji Prabowo untuk menurunkan harga-harga itu memang bukan hanya isapan jempol. Buktinya, dua pekan setelah ia menyampaikan pidato di HUT ke-17 Partai Gerindra, Sabtu, 15 Februari 2025, pemerintah resmi menurunkan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi sebesar 13 hingga 14 persen untuk periode Angkutan Lebaran 2025.

Kebijakan ini langsung disambut hangat oleh masyarakat. Pengumumannya dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, dan dihadiri sejumlah menteri, termasuk Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sabtu, 1 Maret 2025, .

Menurut AHY, penurunan harga tiket pesawat ini bisa terjadi berkat sinergi antar kementerian dan pemangku kepentingan. Salah satu faktor utamanya adalah pengurangan biaya avtur dan insentif pajak dari pemerintah. PPN tiket pesawat yang biasanya 11 persen kini sebagian ditanggung negara, sehingga masyarakat hanya perlu membayar 5 persen. Selain itu, biaya layanan di 37 bandara juga ditekan demi meringankan beban rakyat.

Bacaan Lainnya

Langkah ini patut diapresiasi. Dengan harga tiket pesawat yang lebih terjangkau, diharapkan lebih banyak pemudik yang memilih moda transportasi udara. Namun, ada satu hal yang masih mengganjal: bagaimana dengan harga tiket kereta api jarak jauh?

Jika tiket pesawat bisa turun, kenapa tidak dengan tiket kereta api eksekutif? Memang, PT KAI sudah menyediakan tiket KA bersubsidi (PSO) dengan harga yang sangat terjangkau.

Beberapa contohnya adalah:

  • KA Kahuripan (Blitar–Kiaracondong PP): Rp84.000
  • KA Bengawan (Purwosari–Pasar Senen PP): Rp74.000
  • KA Sri Tanjung (Lempuyangan–Ketapang PP): Rp94.000
  • KA Airlangga (Surabaya Pasar Turi–Pasar Senen PP): Rp104.000

Tapi ada satu masalah besar: tiket KA bersubsidi ini sangat sulit didapatkan, terutama saat musim mudik. Kuotanya terbatas, dan hanya dalam hitungan menit, tiketnya sudah habis terjual. Akibatnya, masyarakat dipaksa untuk membeli tiket kereta eksekutif yang harganya selangit. Untuk rute Surabaya-Jakarta saja, tiket KA Argo Semeru bisa tembus Rp770.000, KA Bima Rp800.000, dan KA Pandalungan Rp600.000. Bahkan, kelas compartment seperti Argo Semeru dan Bima bisa mencapai Rp2.250.000!

Pos terkait