Ponpes Darul Ulum Membuka Pintu Silaturahmi dengan Menggelar Pengajian Kitab-Kitab Klasik selama Ramadhan

KH. Cholil Dahlan, Ketua Umum Majelis Pondok Pesantren Darul Ulum, dengan latar belakang bangunan Ponpes Darul Ulum, Jombang. (Dok. Darul Ulum)
Pengajian Kitab juga digelar oleh Ma’had Aly Darul Ulum.

Sebagai informasi, Ma’had Aly adalah setingkat Sekolah Tinggi. Ma’had Aly Pondok pesantren Darul Ulum didirikan untuk menghidupkan kembali kajian-kajian keilmuan Al-Quran, dengan tujuan membentuk ulama yang tidak hanya hafidz Al-Quran, tetapi juga memahami makna-maknanya dan bertekad kuat untuk mengamalkannya.

Ma’had Aly ini diharapkan menjadi simbol kembalinya Darul Ulum menjadi salah satu pusat kajian Al Qur’an yang menebarkan manfaat bagi umat. Adapun semangat pendiriannya mencetak ahli Al-Qur’an bergelar sarjana.

Bacaan Lainnya

Berikut daftar Pengajian Kitab dan Kiai Pengampu yang diselenggarakan Ma’had Aly, Darul Ulum:

  1. Pengajian Kitab Ilmu Tafsir Usuluhu Wamanahijuhu

Pengajian ini diampu oleh Direktur Ma’had Aly Darul Ulum Jombang, KH. Muhammad Afifuddin Dimyati atau biasa dipanggil Gus Awis, pukul 06.00-07.00, selama bulan Ramadhan. Bertempat di Asrama XIV Hidayatul Qu’ran. Pengajian ini terbuka untuk umum.

  1. Pengajian Kitab Syajaratul Ma’arif wal Akhwal wa Shalih Aqwal wal A’mal

Pengajian kitab karya Syekh Izzudin bin Abd Salam ini diampu oleh KH. Ahmad Muharram Dimyati, yang biasa dipanggil Gus Ahmad—putra ke-7 almagfurlah KH. Dimyati Romli. Pengajian terbuka untuk umum dan digelar pukul 24.00 WIB malam. Pengajian kitab ini tidak wajib, dipersilakan bagi santri yang bersedia saja.

Pengajian yang disampaikan Gus Ahmad ini tidak disiarkan secara langsung melalui platform media sosial.

“Pengajian kitab yang saya baca tidak siarkan melalui media sosial, seperti IG, Youtobe, dan Facebook. Karena pengajian dilaksanakan sampai larut malam, pukul 24.00 an. Santri tidak wajib mengikutinya. Kalau pengajian yang sehabis Tarawih wajib diikuti para santri putra dan putri. Untuk kajian Kitab Syajaratul Ma’arif, untuk sebagian santri yang pengin ngaji saja. Tidak semuanya,” kata Gus Ahmad, melalui keterangan tertulis kepada Samudrafakta (12/03).

  1. Pengajian Kitab Maraqi al-‘Ubudiyah ‘ala Matan Bidayatul Hidayah

Pengajian kitab karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Bantany ini diampu oleh Gus M. Ainurrifqi, SS., M.Ag, dan Gus HM. Izzudin LC., M.Pdi. Pengajian digelar setiap hari selama Ramadhan, pukul 10.30 – 12.00 WIB, bertempat di ruang kelas Ma’had Aly Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang. Peserta pengajian adalah mahasanti putra dan putri.

  1. Pengajian Kitab Fatkhul Mu’in bi Syarkhi Qurratul ‘Ain,

Pengajian kitab karya Syekh Ahmad Zainuddin al-Malibary ini diasuh oleh Kiai Sururi Zulfa, S.ThI. Digelar setiap hari selama Ramadhan, pukul 16.00-17.00, bertempat di asrama putra Ma’had Aly. Kajian ini khusus diikuti oleh mahasantri putra.

Jadwal pengajian kitab di Ponpes Darul Ulum Jombang selama bulan Ramadhan 1445 H. (Dok. Darul Ulum)

Untuk info selengkapnya terkait pengajian Ramadhan di Ma’had Aly bisa dipantau di media sosial resminya: FB: media_madu, Tiktok: @media_madu, dan IG: @media_madu. Atau ke narahubung: 085607287721 (Ustad Yusuf Hidayatulloh, S.Pd.)

Pengajian Pasanan

Sementara itu, pengajian Pasanan juga digelar di asrama VII Al-Husna Ponpes Darul Ulum, yang diasuh oleh Ibu Nyai Hj. Muflichah Dimyathi dan Gus Ahmad Muhaarrom.

Beberapa kitab yang dikaji, antara lain, Kitab Washiyatul Musthofa, Sullam Taufiq,  At-Tabarruk, Risalatul Jamiah, Lubabul Hadist, Risalah Ahlus Sunah, Syajaratul Ma’arif, Mukhtar Al-Hadist, dan Ahlal Musamaroh.Kajian kita tersebut diperuntukkan untuk santri putra dan putri baik kelas awal (Ula), kelas menengah (Wustho), dan kelas atas (Ulya) – Pasca. Untuk jadwal lengkapnya sila lihat di foto.

Khataman kitab di pesantren ini tak hanya menjadi ajang kegembiraan dan hidupnya gairah perkitaban di pesantren Darul Ulum saja, namun juga menjadi wahana silaturahmi antara pesantren yang satu dan pesantren yang lain.

Santri di pesantren yang satu mengaji kitab ke pesantren lain, begitu pula sebaiknya. Khataman kitab Ramadhan ini tak hanya diperuntukkan bagi para santri, tetapi juga dibuka untuk siapa pun yang bukan santri, tua maupun muda.

Dari kitab-kitab yang dibacakan selama Ramadhan itu, dari buku-buku yang ditulis para ulama di abad pertengahan itu, terbukalah pintu-pintu silaturahmi antarpesantren, dan tentu saja antarmanusia, apa pun latar belakangnya. Sebuah potret tradisi silaturahim antarpesantren yang terjalin kuat karena dipertemukan oleh ikatan intelektualitas, dan tentu saja ikatan spiritualitas.◼︎

Pos terkait