Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah meminta lebih banyak data dari China mengenai wabah pneumonia pada anak-anak.
Dr Maria Van Kerkhove, seorang ahli epidemiologi WHO, mengatakan bahwa badan tersebut sedang ‘menindaklanjuti dengan China’ karena rumah sakit di seluruh negeri terus kewalahan.
Masker wajah dan jaga jarak sosial kembali direkomendasikan di negara yang tertutup ini, dalam gema yang mengerikan dari hari-hari awal Covid.
Lonjakan pneumonia di negara ini dijuluki ‘white lung syndrome atau sindrom paru-paru putih’. Penamaan ini didasarkan pada dampak kerusakan paru-paru sesuai yang terekam sinar rontgen. Namun, China membantah bahwa peningkatan kembali penyakit pernapasan pasca-penutupan wilayah (lockdown) adalah penyebabnya, bukan karena virus baru.
Penguncian di Beijing adalah salah satu langkah ekstrem di dunia, yang menurut WHO telah merampas kekebalan vital anak-anak terhadap penyakit musiman biasa.





