Sebuah kecelakaan udara terjadi di dekat Bandara Nasional Ronald Reagan Washington, Amerika Serikat, pada Rabu, 29 Januari 2025 malam waktu setempat. Pesawat American Airlines 5342 bertabrakan dengan helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat Amerika Serikat saat hendak mendarat.
“Jet regional Bombardier CRJ700 bertabrakan dengan helikopter Sikorsky H-60 di udara saat mendekati Landasan Pacu 33 sekitar pukul 21.00 waktu setempat,” kata Badan Penerbangan Federal (FAA) dalam pernyataan resmi seperti dilaporkan CBS News.
Pesawat yang dioperasikan oleh PSA Airlines itu membawa 60 penumpang dan empat awak. Sementara itu, helikopter yang berpangkalan di Fort Belvoir, Virginia, tengah melakukan penerbangan latihan dengan tiga tentara di dalamnya.
Tim penyelamat langsung dikerahkan ke Sungai Potomac, lokasi jatuhnya pesawat dan helikopter. Hingga pukul 23.30 waktu setempat, setidaknya 18 jenazah ditemukan.
“Kami masih terus melakukan pencarian. Kondisi di lokasi cukup sulit karena cuaca dingin dan berangin,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Layanan Medis Darurat Distrik Columbia, John Donnelly.
Sejauh ini, belum ada laporan korban selamat. Pihak berwenang masih melakukan pencarian dan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Akibat insiden ini, Bandara Nasional Reagan ditutup hingga Kamis (30/1) pagi.
“Penerbangan pertama baru bisa lepas landas paling cepat pukul 11.00,” ujar Jack Potter, Presiden dan CEO Otoritas Bandara Metropolitan Washington. Para penumpang dengan jadwal penerbangan pada Rabu malam diminta untuk memesan ulang tiket mereka.
Respons Donald Trump
Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Donald Trump telah menerima laporan mengenai kecelakaan ini. “Saya telah diberi pengarahan lengkap tentang kecelakaan mengerikan di Bandara Nasional Reagan. Semoga Tuhan memberkati jiwa mereka,” ujar Trump dalam pernyataan resmi.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump mempertanyakan bagaimana kecelakaan ini bisa terjadi. “Pesawat itu berada dalam jalur pendekatan yang sempurna. Helikopter itu terbang lurus ke arah pesawat dalam waktu yang lama. Mengapa menara kontrol tidak memberi tahu helikopter untuk naik, turun, atau berbelok?” tulisnya.





