Bagi jemaah umrah yang saat ini sudah telanjur berada di Arab Saudi, pemerintah meminta mereka beserta keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang. Saat ini, Kemenhaj dan Kementerian Luar Negeri terus mematangkan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, pihak maskapai, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Sinergi ini bertujuan untuk melindungi jemaah yang jadwal kepulangannya tertunda akibat pembatalan penerbangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” tambah Wamenhaj.
Waspada Hoaks di Tengah Arus Informasi
Selain berfokus pada keselamatan fisik jemaah, pemerintah juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas psikologis masyarakat. Di tengah derasnya arus pemberitaan konflik bersenjata, publik sangat rentan terpapar informasi simpang siur yang belum jelas kebenarannya.
Oleh karena itu, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan selalu merujuk pada saluran resmi pemerintah. Langkah ini sangat krusial untuk memotong rantai hoaks yang berpotensi memicu kepanikan, terutama bagi keluarga jemaah yang sedang cemas menanti kabar.
Kementerian Haji dan Umrah terus berkomitmen untuk memperbarui informasi terkait situasi di Timur Tengah secara transparan. Dengan dinamika geopolitik yang masih fluktuatif, sikap tenang, selalu waspada, dan patuh pada informasi resmi menjadi kunci utama agar ketenangan ibadah tetap terjaga, sementara negara terus bekerja keras memastikan pelindungan maksimal bagi setiap jemaah.***





