Pengungsi Gempa NTT Tembus 150.576 Orang, Gempa Susulan Sudah 5.335 Kali

Penampungan pengungsi gempa NTT. (Istimewa)

BMKG sebelumnya meminta masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa dan hanya mengikuti informasi dari kanal resmi.

Gempa utama M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Sejumlah gempa susulan besar setelahnya juga berasal dari rangkaian aktivitas tersebut.

1.298 Orang Luka, 336 Luka Berat

Selain lonjakan pengungsi, BNPB mencatat 1.298 orang mengalami luka-luka akibat gempa.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 336 orang mengalami luka berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah dengan korban luka paling banyak, mencapai 643 orang, sedangkan Manggarai mencatat 285 korban luka.

BNPB juga menyatakan 87 orang meninggal dunia berdasarkan pembaruan Sabtu sore.

Penanganan bencana melibatkan sedikitnya 5.832 personel TNI, 238 personel Polri, dan 903 relawan dari 104 lembaga.

Kebutuhan utama di pengungsian mencakup permakanan, tenda, air bersih, sanitasi dan layanan kesehatan.

Dengan jumlah pengungsi menembus 150 ribu orang, tantangan pemerintah tidak lagi hanya mengirim bantuan menuju NTT, tetapi memastikan logistik benar-benar sampai ke posko maupun pengungsi mandiri yang tersebar di desa-desa terdampak.

Puluhan Ribu Rumah Rusak

Data yang dikutip sejumlah media dari pembaruan BNPB menunjukkan kerusakan rumah mencapai sekitar 44.946 unit, terdiri atas 17.176 rumah rusak berat, 9.758 rusak sedang dan 18.013 rusak ringan.

Besarnya kerusakan bangunan menjadi faktor penting dalam menentukan kapan warga dapat kembali dari pengungsian.

Terlebih, aktivitas gempa belum benar-benar mereda.

BMKG pada Sabtu sore masih mencatat ratusan gempa baru dalam rentang beberapa jam. Karena itu, keputusan mengembalikan warga ke rumah membutuhkan asesmen kondisi bangunan, tidak cukup hanya berdasarkan tren penurunan magnitudo gempa.

Pemerintah juga perlu memisahkan data pengungsi karena rumah rusak dengan warga yang mengungsi sementara akibat takut terhadap gempa susulan. Pemisahan tersebut penting untuk menghitung kebutuhan hunian sementara dan bantuan rekonstruksi secara akurat.

Teaser: Pengungsi gempa NTT melonjak menjadi 150.576 orang. BMKG memperbarui jumlah gempa susulan menjadi 5.335 kejadian hingga Sabtu sore, dengan 128 di antaranya dirasakan warga.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan