Penemuan Seni Cadas Tertua di Leang Karampuang, Kab. Maros-Pangkep Membuktikan Nenek Moyang Nusantara Sangat Cerdas dan ‘Nyeni’

Gambar yang dirilis Universitas Griffith pada 3 Juli 2024 ini menunjukkan karya seni berusia 51.000 tahun yang pertama kali ditemukan di sebuah gua di pulau Sulawesi, Indonesia. Foto: SS/AFP/Universitas Griffith.

Metode LA-U-series, yang dikembangkan oleh Maxime Aubert dan Renaud Joannes-Boyau dari Geoarchaeology and Archaeometry Research Group (GARG), menghasilkan data yang lebih tepat. Teknik ini dapat mendeteksi usia lapisan kalsium karbonat secara detail, mendekati waktu pembuatan karya seni tersebut.

Temuan seni cadas ini membuktikan bahwa “manusia Nusantara” adalah keturunan dari nenek moyang yang cerdas. Pada 2014, peneliti dari Griffith University, Adam Brumm, bersama rekannya Budianto Hakim dan Muh Ramli, menemukan lukisan stensil tangan di Leang Timpuseng, Maros, yang usianya diperkirakan 39.900 tahun.

Pada 2017, seni cadas kembali ditemukan di Leang Bulu’ Sipong 4, menggambarkan sekelompok figur setengah manusia-setengah hewan tengah berburu mamalia, diperkirakan berusia 43.900 tahun. Penemuan ini akan merevolusi metode analisis pertanggalan seni cadas dan menegaskan bahwa seni cadas di Indonesia memiliki sejarah yang sangat kaya dan penting bagi pemahaman kita tentang perkembangan seni manusia.