“Rinciannya Rp2 juta untuk borongan tukang pembuat patung dan Rp1,5 juta untuk material. Ini murni dana pribadi, tidak ada penggunaan dana desa,” tegasnya.
Terbuka Kritik, Siap Perbaikan
Terkait kritik publik atas hasil akhir patung, aparat desa menyatakan terbuka terhadap masukan. Pihak desa juga berkomitmen melakukan perbaikan agar monumen sesuai dengan rancangan awal.
“Kami menyadari wujud patung saat ini belum sesuai dengan gambar atau desain awal. Karena itu, kami berkomitmen untuk memperbaikinya,” kata Safii.
Aparat Desa Balongjeruk juga berharap masukan dari Hanindhito Himawan Pramana agar monumen tersebut memiliki nilai sejarah dan visual yang lebih kuat sebagai ikon desa.
“Demi kesempurnaan sejarah dan ikon desa, kami berharap ada arahan dan masukan agar monumen ini bisa menjadi kebanggaan bersama,” pungkas Safii.***





