“Riset tentang dampak MBG, desain menu berbasis kearifan lokal, hingga model rantai pasok yang melibatkan petani lokal itu yang seharusnya menjadi fokus kampus,” tambahnya.
Menurutnya, pendekatan berbasis riset akan memberikan kontribusi jangka panjang yang lebih signifikan dibanding keterlibatan dalam aspek teknis operasional.
Ia pun menegaskan bahwa dukungan kampus terhadap program prioritas pemerintah, termasuk MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, tetap penting. Namun, bentuk dukungan tersebut harus sesuai dengan kapasitas dan peran strategis perguruan tinggi.
“Kampus tetap harus fokus pada riset dan inovasi untuk mendukung keberhasilan program MBG, bukan terlibat langsung dalam urusan teknis operasional,” pungkas Dede. ***





