Muncul Usulan Alihkan Dana MBG untuk Pulihkan Sekolah Terdampak Bencana Sumatera

Potret sekolah darurat di Aceh. - Dok. UGM
Guru Besar FEB UGM R. Agus Sartono mengusulkan dana MBG dialihkan untuk memulihkan sekolah rusak akibat banjir dan longsor di Sumbagut.

Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) sekaligus mantan Deputi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) periode 2014–2021, R. Agus Sartono, mengusulkan agar dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dialihkan sementara untuk perbaikan infrastruktur pendidikan di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang terdampak banjir bandang dan longsor.

Menurut Agus, pemerintah perlu mengambil langkah tanggap darurat agar layanan pendidikan di daerah terdampak bencana tetap berjalan. Kerusakan berat pada sekolah dan fasilitas pendidikan berpotensi menghentikan proses belajar-mengajar dalam waktu lama jika tidak segera ditangani.

Pemulihan Infrastruktur Butuh Waktu Panjang

Agus menilai tantangan terbesar pemulihan pendidikan pascabencana terletak pada lamanya proses pembangunan infrastruktur sekolah. Berdasarkan pengalamannya, pembangunan kembali fasilitas pendidikan membutuhkan waktu minimal enam bulan, bahkan bisa lebih.

Bacaan Lainnya

“Boleh jadi kabupaten atau kota dan provinsi tidak cukup tersedia dana. Jangankan membangun akibat bencana, memperbaiki infrastruktur sekolah yang rusak berat saja banyak pemerintah daerah yang tidak mampu. Di sini sangat diperlukan afirmasi dari Pemerintah Pusat,” ujar Agus, Kamis (11/12/2025).

Ia menekankan, tanpa intervensi anggaran dari pemerintah pusat, ketimpangan akses pendidikan antarwilayah berpotensi semakin melebar.

Bantuan Tunai bagi Siswa dan Guru

Selain perbaikan fisik sekolah, Agus juga menyoroti pentingnya bantuan langsung bagi siswa dan orang tua yang terdampak bencana. Menurutnya, bantuan tunai dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak-anak.

“Siswa sekolah perlu mendapat bantuan untuk pengadaan pakaian dan alat tulis sekolah. Akan lebih baik lagi jika diberikan bantuan tunai untuk siswa selama enam bulan ke depan. Ini tidak cukup hanya dengan KIP Sekolah saja,” jelasnya.

Pos terkait