Mitra Dapur MBG Mengaku Belum Dibayar Sama Sekali, Rugi Hampir Rp1 Miliar

Presiden Prabowo ketika ke dapur MBG di Rawamangun, Senin (3/2/2025). (Tim Prabowo)
Mitra dapur program Makan Bergizi Gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalibata, Jakarta Selatan, mengaku rugi hampir Rp1 miliar—tepatnya Rp975.375.000—karena belum menerima pembayaran sejak beroperasi pada Februari 2025.

__________

Mitra bernama Ira Mesra itu pun berencana menempuh jalur hukum. Kuasa hukum Danna Harly Putra menjelaskan, langkah hukum tersebut berupa gugatan perdata dan membuat laporan ke kepolisian.

“Terhadap tindakan yayasan yang tidak membayarkan sepeser pun hak klien kami dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis ini, kami akan mengambil langkah hukum,” kata Harly saat konferensi pers di Kalibata, Selasa, 15 April 2025.

Bacaan Lainnya

Harly dan kliennya berharap langkah hukum ini bisa menjadi perhatian pemerintah agar lebih mengawasi pelaksanaan program MBG. Dia juga mendorong program ini dievaluasi secara berkala. “Kami harap mohon segera diluncurkan tempat aduan untuk program MBG,” ujar dia.

Menurut Harly, kerugian hampir semiliar rupiah yang dialami kliennya itu dihitung dari 65.025 porsi yang telah dimasak oleh Ira sebagai mitra. Semua itu dikerjakan dalam dua tahap.

Dan kata Harly, sejak awal kliennya tidak tahu ada perbedaan harga per porsi nasi yang disediakan untuk jenjang PAUD, TK, hingga SD.

Untuk PAUD, TK, dan SD kelas 1 sampai 3, menurut Harly, harga per porsi adalah Rp13.000. Sedangkan untuk kelas 4 hingga 6 sebesar Rp15.000. Sementara itu, dalam perjanjian kontrak disebutkan bahwa biaya per porsi untuk semua jenjang pendidikan Rp15.000.

Ira baru tahu ada perbedaan harga setelah dapur beroperasi. Dia terlanjur menyajikan makanan untuk jenjang PAUD, TK, dan SD kelas 1 hingga 3 dengan kualitas porsi senilai Rp15.000—padahal seharusnya harga per porsi untuk jenjang tersebut hanya sebesar Rp13.000.

Harly juga mengatakan, dari harga itu, masih ada potongan Rp2.500 per porsi.

Selain menyediakan makanan, mitra MBG  juga menanggung seluruh biaya operasional, mulai dari bahan pangan, sewa tempat, listrik, peralatan dapur, hingga menggaji juru masak. Namun, hingga saat ini, menurut Harly, tidak sepeser pun uang yang diterima oleh Ira dari pihak yayasan MBG.***

Pos terkait