Usai direnovasi besar-besaran, Stasiun Manggarai kini menjelma jadi simpul transportasi tersibuk di Indonesia, dengan lebih dari 700 perjalanan kereta setiap harinya.
__________
Stasiun Manggarai bukan lagi sekadar tempat naik-turun penumpang. Stasiun yang mulai beroperasi sejak 1 Mei 1918 ini telah berubah total menjadi pusat mobilitas modern di Jakarta Selatan. Dikenal sebagai simpul utama layanan KRL Commuter Line, Manggarai kini juga melayani perjalanan kereta bandara dan kereta jarak jauh.
Setelah proyek pemugaran yang dimulai pada 2022, Stasiun Manggarai kini memiliki dua lantai dengan 12 jalur aktif. Setiap harinya, ada 739 perjalanan kereta yang berhenti di sini—704 di antaranya merupakan KRL commuter, dan sisanya KA Bandara serta KA jarak jauh.
“Ini bukan sekadar perluasan, tapi bagian dari transformasi budaya dalam menggunakan transportasi publik,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, dalam keterangannya yang dikutip Kamis, 24 Juli 2025.
Menurut Joni, Stasiun Manggarai dirancang untuk mendukung efisiensi dan integrasi antar moda. Para pengguna KRL kini dapat berpindah ke TransJakarta, ojek daring, atau kereta bandara tanpa harus meninggalkan kawasan stasiun.
“Mereka jadi lebih leluasa menjangkau moda transportasi lain untuk mengefisienkan perjalanan,” ujarnya.
Data tahun 2024 mencatat jumlah penumpang transit di Stasiun Manggarai mencapai 57,9 juta orang. Angka ini naik 11 persen dibanding 2023, dan melonjak 43 persen dibanding 2022.
Lalu lintas penumpang paling padat terjadi pada jam sibuk pagi dan sore hari, yakni pukul 06.00–09.00 dan 16.00–19.00 WIB. “Jam sibuk pagi dan sore masih menjadi waktu puncak pergerakan penumpang,” kata Joni.
Dengan lokasi strategis dan konektivitas tinggi, Manggarai kini menjadi simpul utama mobilitas perkotaan Jakarta. Tak hanya terkoneksi dengan jaringan bus TransJakarta, kawasan ini juga dilengkapi titik jemput kendaraan daring.
“Integrasi kereta api, bus, dan moda transportasi lain akan menciptakan ekosistem transportasi yang saling melengkapi. Selain itu, ini memberi solusi transportasi yang lebih terjangkau, cepat, dan ramah lingkungan,” tandas Joni.





