Menag Sudah Minta Maaf, Guru Madrasah Ingatkan soal Kesejahteraan yang Adil

Menteri Agama Nasaruddin Umar. | Instagram @kemenag_ri
FGSNI mendesak Kemenag lebih fokus pada pendidikan keagamaan dan kesejahteraan guru pasca-lepas urusan haji.

__________

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf terbuka atas potongan ucapannya yang menyebut guru profesi mulia, tapi jika ingin mencari uang sebaiknya berdagang. Pernyataan itu sempat viral dan melukai perasaan sejumlah guru.

Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI) menilai, pernyataan tersebut tidak sensitif. Ketua Umum FGSNI, Agus Muchtar, menegaskan para guru sudah berdedikasi penuh di sekolah swasta dan madrasah.

Bacaan Lainnya

“Terlebih guru swasta yang bisa menghabiskan waktunya untuk mencerdaskan anak bangsa, sementara keluarga di rumah juga mengharapkan terpenuhi kebutuhan ekonominya,” kata Agus dalam keterangannya, Kamis, 4 September 2025.

Agus menuturkan, banyak guru swasta masih bergaji di bawah upah minimum. Padahal, mereka dituntut berpendidikan minimal sarjana, tertib mengajar, mengikuti diklat, dan patuh administrasi.

“Sejatinya banyak guru menjalankan tugas dengan ikhlas, namun harapan perbaikan kesejahteraan harus seimbang dengan kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Ia juga menyorot ketimpangan kesejahteraan antara guru di bawah Kementerian Agama dan Kemendikdasmen.

“Rasanya tidak adil, ketika guru-guru di bawah Kemendikdasmen mendapatkan kesejahteraan lebih layak. Kenapa guru honorer madrasah swasta tidak bisa sejahtera? Kan sama-sama mendidik anak bangsa,” tegas Agus.

Kritik serupa disampaikan guru madrasah swasta di Bojonegoro. “Dalam Islam diajarkan menghormati guru. Faktanya, guru di lingkungan Diknas lebih sejahtera, sementara guru Kemenag belum,” katanya.

Guru MI swasta di Magelang yang telah 25 tahun mengajar juga mengingatkan, “Bukankah Islam mengajarkan kebahagiaan dunia dan akhirat?”

Sementara itu, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii sebelumnya menegaskan, mulai 2026 Kemenag tidak lagi mengurus haji, melainkan fokus pada layanan keagamaan dan pendidikan keagamaan.

“Pasca dialihkannya urusan haji dari Kemenag ke Badan Penyelenggara Haji, maka Kemenag hanya fokus pada dua bidang yaitu pelayanan keagamaan dan pelayanan pendidikan keagamaan,” kata Syafii dalam pembinaan guru MTsN 2 Sidoarjo, Senin, 4 Agustus 2025.

FGSNI meminta momentum ini dijadikan pijakan serius.

“Inilah saatnya Kemenag lebih fokus pada pengembangan madrasah, salah satunya peningkatan alokasi anggaran kesejahteraan guru,” tutup Agus.***

Pos terkait