Media, Algoritma, dan Stigma: Siapa di Balik Framing Negatif terhadap Pesantren?

Ketika pesantren difitnah oleh algoritma dan kebenaran harus berjuang melawan ‘klik’. - Ilustrasi dibikin dengan SORA

Dan mungkin… justru karena itulah sebagian pihak merasa terusik.

Kini, setelah ratusan tahun menjaga akhlak dan ilmu bangsa, pesantren dihadapkan pada ujian baru — perang opini digital. Jika dulu resolusi jihad diserukan dari mimbar, kini gaungnya bergema dari ruang-ruang media sosial.

Saatnya pesantren mengambil kembali kendali narasi. Menjawab fitnah dengan data, membalas framing dengan kejujuran, dan mengembalikan marwah dengan ilmu.***

Bacaan Lainnya

Pos terkait