Dengan memanfaatkan metode machine learning dan sensor fusion, sistem pintar ini akan mengklasifikasikan tingkat kantuk sang pengendara. Ketika sistem mendeteksi kondisi pra-microsleep, helm akan langsung merespons dengan memberikan peringatan preventif yang nyata, seperti getaran, alarm suara, hingga notifikasi digital, sesaat sebelum potensi kecelakaan terjadi.
Proses Panjang di Tengah Padatnya Jadwal Kuliah
Mewujudkan helm pintar ini tentu bukan tanpa tantangan. Rizky Miftah Alfiah, anggota tim lainnya, mengungkapkan bahwa mereka memanfaatkan peranti lunak SolidWorks dan AutoCAD untuk merancang prototipe ini. Mereka juga menerapkan validasi keamanan yang ketat berdasarkan rujukan jurnal ilmiah, meskipun harus membagi waktu dengan jadwal perkuliahan yang padat.
”Prosesnya memakan banyak waktu karena kami benar-benar melakukan brainstorming berhari-hari untuk mendapatkan ide SADAR Helmet. Kebetulan kami juga sedang mengambil mata kuliah Pengembangan Produk dan Bisnis, sementara K3 menjadi salah satu objek kajian di Teknik Industri,” ujar Rizky membagikan pengalamannya.
Membidik Produksi Massal dan Integrasi AI
Ke depannya, Tim iConic tidak ingin berhenti pada tahap purwarupa. Muhammad Yasser Saputro, anggota tim penemu, berharap mereka dapat terus mengembangkan inovasi ini melalui berbagai integrasi lanjutan. Mereka menargetkan penambahan fitur koneksi aplikasi gawai, pelacakan GPS, pemantauan melalui komputasi awan (cloud), hingga penyematan kecerdasan buatan (AI) guna memaksimalkan akurasi deteksi.
Saat ini, ketiga mahasiswa tersebut secara aktif membidik peluang kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Mereka mengincar kerja sama dengan industri helm nasional, sektor otomotif, hingga instansi pemerintah agar teknologi penekan angka kecelakaan lalu lintas ini dapat segera masuk ke tahap produksi massal.
”Kami belajar bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya berasal dari ide yang bagus, tetapi juga dari proses riset yang kuat, kerja sama tim, komunikasi yang baik, dan kemampuan memahami permasalahan nyata di masyarakat,” pungkas Yasser.





