Aktivitas gempa susulan membuat banyak warga belum berani pulang. Mereka memilih bertahan di tenda pengungsian atau ruang terbuka karena khawatir bangunan yang telah rusak kembali runtuh.
Sekitar 500 rumah dilaporkan rusak. Longsor dan material reruntuhan juga menutup sejumlah ruas jalan di Sikka dan Manggarai sehingga menghambat pengiriman bantuan.
Pengungsi Kekurangan Air Bersih
Persoalan air bersih mulai muncul di beberapa lokasi pengungsian. Di Desa Ranukolo, dekat Ende, sekitar 70 warga yang sebagian besar perempuan dilaporkan kesulitan memperoleh air bersih.
Sejumlah anak mulai mengalami diare. Pengungsi di lokasi lain juga membutuhkan makanan, layanan kesehatan, tenda, dan perlengkapan sanitasi.
Pemerintah menyiapkan rumah sakit lapangan di wilayah terdampak. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan tenaga dokter spesialis bedah saraf dan ortopedi dibutuhkan untuk menangani pasien dengan trauma kepala serta patah tulang.
Pesawat disiapkan untuk mengangkut makanan, tenda, dan kebutuhan darurat ke kawasan yang sulit dijangkau. Dukungan medis diperlukan karena jumlah korban luka mencapai 213 orang dan sebagian fasilitas kesehatan ikut terdampak.
Dengan sedikitnya 68 orang meninggal, gempa Flores menjadi gempa paling mematikan di Indonesia sejak gempa Cianjur, Jawa Barat, pada 2022.
Bencana itu bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Ketika perayaan berlangsung di sejumlah daerah, ribuan warga NTT masih menghadapi gempa susulan dan bertahan di pengungsian.***





