BNPB Minta Status Tanggap Darurat
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meminta kepala daerah terdampak menetapkan status tanggap darurat bencana.
Menurut Suharyanto, pengaktifan pos komando akan mempermudah koordinasi penanganan, termasuk pendataan dampak, pencarian dan pertolongan, serta penanganan pengungsi jika diperlukan.
BNPB juga telah memobilisasi bantuan darurat dari gudang logistik BNPB di Flores Timur.
Basarnas mengerahkan special group SAR dari sejumlah wilayah, termasuk Bali dan Nusa Tenggara Barat, untuk membantu proses evakuasi dan penyelamatan warga yang tertimpa reruntuhan.
Kementerian Pekerjaan Umum berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan dan sungai.
Sementara itu, Kementerian Sosial menggerakkan bantuan dari gudang logistik di Kupang menuju wilayah terdampak, termasuk Nagekeo dan Sikka. Personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga dikerahkan untuk membantu penanganan di lapangan.
Kementerian Sosial menyiapkan dapur umum dan layanan psikososial bagi masyarakat terdampak.
Layanan Kesehatan dan Transportasi Disiapkan
Kementerian Kesehatan akan mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) di tingkat pusat dan daerah. Menteri Kesehatan dijadwalkan memimpin rapat awal HEOC yang melibatkan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota pada Sabtu malam.
Tim dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan juga diberangkatkan bersama tim BNPB.
Di sektor transportasi, Kementerian Perhubungan melaporkan lima dari 15 bandara di NTT terdampak gempa. Namun, landasan pacu masih dapat digunakan. Kerusakan terutama terjadi pada bagian terminal.
Sementara itu, dua fasilitas pelabuhan mengalami kerusakan berat. Fasilitas pelabuhan lainnya masih dapat digunakan, sedangkan dua pelabuhan penyeberangan turut terdampak.
Kementerian Perhubungan menyiagakan helikopter dan pesawat untuk mendukung penanganan darurat di bawah koordinasi BNPB.
Dari unsur TNI dan Polri, personel serta alat utama sistem senjata (alutsista) juga dikerahkan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk pesawat dan kapal laut militer.
Pemerintah pusat akan melanjutkan koordinasi bersama kementerian dan lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan darurat.
Data korban gempa NTT masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pencarian, evakuasi, verifikasi, serta pendataan di lapangan.***



