Kontroversi Situs Gunung Padang: Disinyalir sebagai Piramida Tertua di Dunia, Terkait Benua Atlantis?

Situs Gunung Padang yang diyakini oleh peneliti sebagai piramida paling tua di dunia. (Canva)
Penelitian Terus Dilakukan

Terlepas dari kontroversinya, penelitian terhadap situs Gunung Padang tetap dilakukan, kendati hampir tak pernah lagi menjadi perhatian publik. Salah satu peneliti yang terus istikamah menelitinya adalah peneliti Danny Hilman Natawidjaja.

Pada tahun 2023 lalu, Danny menyebut jika hasil penelitian terbarunya tentang Gunung Padang bakal mengubah sejarah. Menurut dia, sebagaimaa dikutip dari BBC, situs raksasa tersebut merupakan bukti bahwa peradaban di Indonesia sudah berkembang sebelum abad ke-4 Masehi. Maka dari itu, menurut hasil penelitian Danny, Gunung Padang berpotensi menjadi piramida tertua di dunia.

Bacaan Lainnya

Dia berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengungkap rahasia tersembunyi sekaligus peradaban kuno di situs misterius tersebut.

Akan tetapi, arkeolog dari Jawa Barat, Dr Lutfi Yondri, menyebut kesimpulan Danny tersebut mengada-ada. Sebab, menurut dia, sebagaimana hasil verifikasi dan kajian literatur yang dilakukannya, piramida tidak ada dalam lintasan budaya di Indonesia.

Temuan terbaru dari penelitian Danny dan sejumlah ahli sebenarnya menguatkan kesimpulannya terdahulu, yang juga menyebut bahwa Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berpotensi menjadi piramida tertua di dunia.

Bahkan, menurut Danny, situs tersebut kemungkinan berusia 10.000 tahun lebih tua dari Piramida Giza di Mesir dan Stonehenge yang terkenal di Inggris.

Dalam jurnal ilmiah Archaeological Prospection yang terbit sekitar akhir 2023 lalu, tertulis bahwa Danny beserta tim sudah melakukan survei terpadu di Gunung Padang selama tiga tahun, sejak November 2011 hingga Oktober 2014.

Survei-survei itu dilakukan, antara lain, dengan melakukan pemetaan lanskap dan permukaan situs, pengeboran inti, pembuatan parit, dan teknik geofisika terpadu yang melibatkan metode Tomografi Resistivitas Listrik (ERT) dua dimensi serta tiga dimensi, juga Radar Tembus Tanah (GPR).

Selain itu, operasi penggalian juga sudah dimulai sejak pertengahan tahun 2012, di mana sebagian besar pekerjaan dilakukan Agustus – September 2014.

Dalam proses penggalian itu, Danny dan timnya mendapatkan beberapa temuan. Salah satunya adalah sebentuk parit atau aliran air dengan ukuran bervariasi, antara 1,2 – 3,9 meter dari permukaan. Kedalamannya mencapai antara 2 dan 4 meter.

“Penggalian parit dilakukan secara manual dengan menggunakan berbagai alat, antara lain sekop dan cangkul,” tulis Danny Hilman, dikutip dari BBC News Indonesia, Rabu, 8 November 2023..

Beberapa orang warga dan peneliti sedang membersihkan lokasi Gunung Padang pada tahun 2013. (BBC News)

Sementara itu, kegiatan pengeboran inti situs dilakukan untuk mengeksplorasi lapisan batuan yang lebih dalam.

“Untuk aktivitas ini, kami menggunakan peralatan pengeboran Jacro 100 yang dilengkapi mata bor berlian NQ berukuran diameter 2 inci dan inti barel 5 kaki,” terang Danny

Batuan dari inti situs tersebut, sambungnya, diteliti dengan analisis petrologi dan petrografi untuk mengetahui komposisi dan karakteristiknya.

Sampel tanah organik yang didapatkan diekstraksi secara hati-hati, kemudian digunakan untuk analisis penanggalan karbon.

“Intinya ingin menentukan umur Gunung Padang. Sebab, tanah mengandung unsur organik yang bisa ditentukan unsur karbonnya, yang berasosiasi dengan umur bangunan,” ujar Danny Hilman.

Pos terkait