Kemenhub Beberkan Kronologi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali

Dokumentasi KMP Tunu Pratama Jaya | Istimewa
Kementerian Perhubungan mengungkap kronologi tenggelamnya kapal penumpang KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, yang menewaskan empat orang dan memicu operasi SAR besar-besaran.

__________

Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, merilis kronologi resmi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, Rabu (2/7/2025) malam.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menjelaskan bahwa kapal motor penumpang itu tengah menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, saat mengalami kondisi darurat di tengah laut.

Bacaan Lainnya

“Pada pukul 23.20 WIB, kapal dilaporkan dalam kondisi distress. Laporan yang kami terima dari petugas di lapangan menyebutkan bahwa kapal tenggelam hanya 15 menit kemudian, tepatnya pukul 23.35 WIB,” kata Masyhud dalam keterangan resmi, Kamis (3/7).

KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut total 87 orang, terdiri dari 53 penumpang, 12 awak kapal, dan membawa 22 kendaraan. Lokasi tenggelam berada di koordinat 8°9’32.35” LS dan 114°25’6.38” BT, wilayah tengah perairan Selat Bali.

Hingga Kamis pagi pukul 10.00 WITA, tim gabungan berhasil mengevakuasi 31 orang dalam keadaan selamat. Namun, empat korban ditemukan meninggal dunia. Sisanya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, KPLP, syahbandar, ASDP, dan unsur lain di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan.

Masyhud menegaskan bahwa operasi pencarian masih berlangsung dengan mengerahkan armada laut dan penyelam dari berbagai instansi. Pemerintah juga menyampaikan keprihatinan atas peristiwa ini dan memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

“Kami mengedepankan keselamatan jiwa dalam setiap langkah. Operasi SAR dilakukan terus-menerus meski dihadapkan dengan kondisi cuaca yang menantang—gelombang setinggi 2-2,5 meter, angin kencang, dan arus kuat di lokasi kejadian,” ungkap Masyhud.

Hingga saat ini, pendataan korban masih berlangsung. Kementerian Perhubungan meminta masyarakat menunggu informasi resmi dan tidak terpengaruh oleh kabar yang belum diverifikasi.***

Pos terkait