Kayu Gelondongan Viral di Banjir Sumut, Ahli ITB Bongkar Hitungan Mengejutkan!

Tangkapan layar video viral kayu glondongan saat Banjir Bandang di Sungai Batang Toru. — Istimewa
Ahli matematika ITB beda pendapat dengan Kemenhut soal asal kayu hanyut.

Video kayu-kayu gelondongan berukuran besar yang hanyut dibawa banjir bandang di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga hingga Pantai Air Tawar, Padang, viral di media sosial.

Pemandangan tumpukan kayu tanpa ranting itu memicu spekulasi warganet mengenai dugaan pembalakan liar yang disebut memperparah longsor dan banjir.

Di tengah perdebatan tersebut, ahli matematika lulusan ITB sekaligus content creator, Alif Towew, mengulas fenomena ini melalui pendekatan matematika dan fisika.

Dalam video yang ia unggah di akun Instagram pribadinya, @aliftowew, Alif membahas apakah kayu-kayu itu berasal dari pohon tumbang alami atau sengaja ditebang.

Bacaan Lainnya

“Yang lagi viral, katanya Kemenhut sebut kayu gelondongan di banjir Sumut bukan hasil pembalakan liar, tapi murni tumbang katanya. Nah, apakah ini betul? Yuk kita hitung bareng-bareng,” ujar Alif dalam videonya.

Hitungan Massa Jenis dan Kayu yang Mengapung

Alif memulai dengan menjelaskan prinsip massa jenis: benda akan terapung jika massa jenisnya lebih kecil dari air, dan tenggelam jika lebih besar.

Ia menyebut kayu yang sudah lama ditebang cenderung lebih ringan karena kadar airnya turun sehingga mengapung lebih tinggi di permukaan. Sebaliknya, kayu yang baru tumbang masih menyimpan banyak air sehingga lebih mudah tenggelam.

Dari pengamatannya, banyak batang kayu dalam video tampak terapung tinggi. “Kemungkinan ini berarti pohon yang sudah lama karena massa jenisnya sudah turun,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *