Kawasan Bromo Ditutup Selama Ritual Yadnya Kasada. Ritual Apa Itu dan Kapan Waktu yang Tepat Kunjungi Bromo?

Kawasan wisata Gunung Bromo ditutup pada 21-22 Juni ini. | Dok. Istimewa
Kawasan wisata Bromo akan ditutup sementara untuk menghormati ritual Yadnya Kasada. Ritual apa itu, dan kapan waktu yang tepat untuk kembali mengunjungi Bromo?

__________

Selain dikenal dengan keindahan panorama pegunungannya yang memanjakan mata, kawasan Bromo juga dikenal dengan keberagaman masyarakat yang mendiami sekitarnya. Salah satu kelompok masyarakat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Bromo adalah Suku Tengger.

Suku Tengger merupakan sebuah komunitas masyarakat yang mendiami kawasan kaki Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo. Sebagian besar masyarakat Suku Tengger merupakan penganut agama Hindu.

Bacaan Lainnya

Sebagai kelompok masyarakat yang menyimpan banyak keanekaragaman budaya dan tradisi, terdapat salah satu ritual yang selalu dirayakan setiap tahunnya. Ritual tersebut dikenal sebagai “Yadnya Kasada”.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2025, upacara Yadnya Kasada akan kembali digelar di TNBTS. Selama periode pelaksanaan upacara, tiket masuk wisatawan untuk masuk ke kawasan TNBTS akan ditutup sementara.

Apa itu upacara Yadnya Kasada dan kapan waktu yang tepat untuk mengunjungi Bromo kembali?

Upacara Yadnya Kasada merupakan sebuah ritual yang biasanya dilakukan oleh Suku Tengger sebagai wujud dari ungkapan syukur kepada roh leluhur, yakni Kusuma yang merupakan anak dari Jaka Seger dan Putri Roro Anteng.

Kala itu, keduanya sedang melakukan pertapaan di Gunung Bromo kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam pertapaan tersebut, Jaka Seger dan Roro Anteng berjanji akan mengorbankan anaknya ke kawah gunung apabila doa-nya dikabulkan.

Bagian dari proses ritual Yadnya Kasada Suku Tengger, Bromo. | Dok. Pariwisata.id

Setelah dikaruniai 25 anak, mereka melupakan janji tersebut dan membuat Sang Hyang marah. Ketika menceritakan janji tersebut kepada anak-anaknya, tanpa disangka Kusuma yang merupakan anak terakhir bersedia mengorbankan dirinya agar keluarganya dapat hidup dengan damai. Itulah mengapa, ritual Yadnya Kasada juga identik dengan prosesi melempar sesaji ke kawah Gunung Bromo.

Pos terkait