Jembatan Suramadu ditutup Rabu (15/4/2026) untuk uji beban dinamis pada bentang tengah. Prosedur rutin lima tahunan, bukan karena pencurian besi.
Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura mengalami penutupan total pada hari ini. Struktur bentang tengah jembatan sedang menjalani pengujian beban dinamis untuk memverifikasi kekuatan dan keamanan infrastruktur.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bangkalan Ipda Akhmad Jauhari mengonfirmasi penghentian arus kendaraan diberlakukan di seluruh jalur, baik untuk mobil maupun sepeda motor, Rabu (15/4/2026).
Penutupan dilaksanakan dalam empat sesi terpisah untuk meminimalkan dampak kemacetan di kawasan perbatasan. Setiap sesi berlangsung singkat, hanya 2 hingga 3 menit.
Pihak kepolisian menerapkan jeda waktu antarsesi sekitar 10 hingga 15 menit. Jeda ini berfungsi mengurai antrean kendaraan yang menumpuk di kedua sisi gerbang jembatan.
Bukan Akibat Pencurian Besi
Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Bebas Hambatan Suramadu Suparyanto menjelaskan kegiatan ini merupakan prosedur pemeriksaan rutin lima tahunan. Pengujian dilakukan spesifik pada bagian bentang tengah untuk memantau kondisi fisik bangunan secara menyeluruh.
“Ini pemeriksaan rutin periode 5 tahunan. Bukan berkaitan dengan banyaknya pencurian besi di Jembatan Suramadu beberapa waktu lalu,” kata Suparyanto.
Pernyataan ini penting mengingat publik sempat dihebohkan oleh maraknya aksi pencurian komponen besi di jembatan sepanjang 5.438 meter tersebut pada akhir 2025.
Jembatan Strategis Senilai Rp4,5 Triliun
Jembatan Suramadu merupakan ikon infrastruktur nasional yang diresmikan pada 2009. Selain fungsi ekonomi menghubungkan dua pulau besar, jembatan ini pernah menjadi titik penyekatan krusial selama pandemi Covid-19 pada pertengahan 2021.
Pemeliharaan rutin tetap menjadi prioritas untuk menjaga fungsi pelayanan jalan nasional tersebut. Masyarakat pengguna jembatan diimbau menyesuaikan jadwal perjalanan dengan jadwal penutupan empat sesi yang telah ditentukan.***





