Pemerintah merampungkan perbaikan 1.390 sekolah di Jawa Timur dengan anggaran Rp917 miliar guna memperkuat sarana pendidikan dan digitalisasi pembelajaran secara nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memastikan program prioritas nasional di Jawa Timur berjalan optimal. Sebanyak 1.390 sekolah telah diperbaiki guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di wilayah tersebut.
Selain perbaikan, pemerintah juga membangun tiga unit sekolah baru. Total anggaran yang dikucurkan mencapai lebih dari Rp917 miliar, menjadikan Jawa Timur sebagai daerah dengan alokasi dana pembangunan pendidikan terbesar di Indonesia saat ini.
“Program prioritas Bapak Presiden terlaksana dengan sangat baik di Jawa Timur. Untuk program revitalisasi di Jawa Timur, ada 1.390 sekolah diperbaiki dan 3 unit sekolah baru dengan total anggaran Rp917 miliar lebih,” ujar Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Jumat (17/4/2026).
Ia menambahkan bahwa seluruh proyek tersebut telah terlaksana 100 persen. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam arah kebijakan pembangunan pendidikan yang menitikberatkan pada pemerataan akses serta peningkatan kualitas layanan bagi peserta didik.
Akselerasi Digitalisasi Pembelajaran
Tidak hanya sarana fisik, Jawa Timur juga memimpin dalam digitalisasi pembelajaran. Sebanyak 39.843 panel datar interaktif telah didistribusikan ke sekolah-sekolah untuk mendukung interaksi belajar mengajar yang lebih modern dan efektif.
“Sudah juga dilakukan pelatihan untuk para gurunya, mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Jumat (17/4/2026). Secara nasional, pemerintah menyiapkan anggaran Rp14,062 triliun untuk program tersebut.
Program peningkatan kompetensi guru turut menjadi fokus tahun ini. Pemerintah menyediakan beasiswa Rp3 juta per semester bagi 150 ribu tenaga pendidik serta memberikan pelatihan bahasa Inggris guna mempersiapkan penerapan kurikulum baru pada tahun 2027 mendatang.
Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy, menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah dalam menyukseskan proyek strategis ini. Selain sekolah rakyat, koordinasi juga diperlukan untuk memperkuat Koperasi Merah Putih serta program Kartu Usaha Afirmatif bagi masyarakat di Jawa Timur.***





