ITS Kembangkan Sistem Pelacakan Sertifikasi Halal Ramah Pengguna, Mirip Game ‘Pokeman Go’

Pelacak Sertifikasi Halal
ITS menngembangkan sistem pelacak sertifikasi Halal. Foto:Humas ITS
Kurangnya pemerataan sertifikasi halal pada sektor makanan, khususnya di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mendorong Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan aplikasi inovatif bernama Sistem Informasi Augmented Reality Halal (SIAR Halal).

Aplikasi ini diharapkan mampu memudahkan masyarakat dalam mencari, mengulas, dan memverifikasi status halal dari produk UMKM. Tujuannya menciptakan transparansi dalam ekosistem ekonomi halal di Indonesia.

Anggota Tim SIAR Halal ITS, Hadziq Fabroyir PhD, menyebutkan bahwa aplikasi ini dirancang dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan augmented reality (AR) yang interaktif dan edukatif.

“SIAR Halal hadir dengan berbagai fitur menarik, termasuk gamifikasi yang membuat aplikasi ini semakin interaktif bagi pengguna,” jelas Hadziq seperti dilansir laman ITS, Selasa (12/11).

Bacaan Lainnya

Kepala Subdirektorat Aplikasi dan Platform Digital ITS itu menambahkan, tampilan utama aplikasi ini mirip dengan permainan populer seperti Pokemon GO.

Dengan pendekatan ini, SIAR Halal diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan kehalalan produk melalui pengalaman yang lebih menyenangkan. Pengguna aplikasi dapat memperoleh poin, lencana, hingga berpartisipasi dalam tantangan mingguan dan bulanan untuk meningkatkan keterlibatan.

Dalam penggunaannya, aplikasi SIAR Halal mengintegrasikan peta lokasi untuk menampilkan tempat-tempat usaha kuliner yang telah bersertifikasi halal. Hadziq menjelaskan, pengguna cukup memindai kode pada lokasi tersebut untuk mengetahui status halal, ringkasan informasi, dan ulasan langsung melalui kamera ponsel. “Pengguna juga dapat memberikan ulasan dalam bentuk suara maupun gambar untuk membantu pelaku usaha lain dan konsumen,” tambahnya.

Fitur AI pada SIAR Halal digunakan untuk mengolah data lokasi dan ulasan konsumen, serta memberikan rekomendasi produk sesuai preferensi pengguna. Sedangkan teknologi AR bersama sistem visual positioning system (VPS) membantu memvalidasi lokasi dan menampilkan animasi sertifikasi halal pada layar.

Selain memberikan manfaat bagi konsumen, aplikasi ini juga mendukung para pelaku UMKM dalam mendapatkan sertifikasi halal dan menciptakan ekonomi halal yang lebih transparan.

Menurut Hadziq, SIAR Halal diharapkan mampu mendorong UMKM untuk segera mengurus sertifikasi halal, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk mereka.

SIAR Halal yang dikembangkan oleh tim di bawah bimbingan Prof Nur Aini Rakhmawati SKom MScEng PhD dari Departemen Sistem Informasi ITS, berhasil masuk ke dalam 25 besar pemenang Research Grant Bank Indonesia (RGBI) 2024.

Pencapaian ini membawa SIAR Halal selangkah lebih dekat untuk menjadi aplikasi yang bermanfaat bagi generasi muda sekaligus mendukung ekonomi halal di Indonesia.

“Kami optimistis bahwa apresiasi ini adalah langkah awal yang baik untuk kontribusi ITS dalam ekosistem halal di Indonesia,” ujar Hadziq.***

Pos terkait