Iran meluncurkan serangan rudal baru yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait, Yordania, dan Bahrain pada Rabu (25/3). Serangan berlangsung di tengah klaim Gedung Putih yang katanya Teheran “sangat menginginkan kesepakatan” untuk mengakhiri perang.
Serangan ini merupakan yang terbaru dalam eskalasi konflik yang memasuki hari ke-26. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan target yang diserang berada “di jantung wilayah pendudukan”.
Juru bicara militer Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, mengejek pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim adanya pembicaraan damai.
“Yang mengaku sebagai negara adidaya global seharusnya sudah bisa keluar dari kekacauan ini jika memang mampu,” ujar Zolfaghari, seperti dikutip Daily Mail.
“Mereka berbicara dengan diri mereka sendiri,” tambahnya.
Klaim Negosiasi yang Simpang Siur
Trump sebelumnya mengatakan kepada wartawan di Ruang Oval bahwa Washington sedang “dalam negosiasi” dengan Tehran dan telah menyusun rencana damai 15 poin.
“Mereka berbicara dengan kami, dan mereka berbicara dengan akal sehat,” klaim Trump.
Iran berulang kali membantah adanya negosiasi langsung dengan AS. Sehari sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Washington.
عاجل: الغربان تحلق فوق تل أبيب.
/VV0UbUZxhI
— الأحداث الإيرانية بالعربية – عاجل (@llliإن كنتَ مُلِمًّا بالكتب المقدسة، فهذه ليست علامةً مُبشِّرة.
Komentar Pembaca: Perang Pilihan
Dalam laporan Daily Mail, seorang pembaca dari Inggris dengan nama pengguna Nevergiveup47 berkomentar: “Satu hal yang pasti, ini adalah kekacauan yang diciptakan oleh Trump dan Netanyahu dengan perang pilihan mereka yang dibangun di atas kebohongan.”
Komentar ini mencerminkan skeptisisme sebagian publik terhadap narasi resmi AS mengenai awal konflik.
Target Pangkalan AS di Tiga Negara
Serangan rudal ini menambah daftar target infrastruktur militer AS di kawasan Teluk yang diserang Iran sejak konflik pecah pada 28 Februari.
Kuwait, Yordania, dan Bahrain merupakan negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS. Bahrain menjadi markas utama Armada Kelima AS, sementara Kuwait dan Yordania memiliki fasilitas militer penting yang digunakan untuk operasi AS di kawasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau tingkat kerusakan dari ketiga pangkalan yang menjadi target.





