Iran: Selat Hormuz Tak Ditutup, Kapal Ragu karena Perang yang Dimulai AS

Peta Selat Hormuz. Angkatan Laut AS memulai operasi blokade Selat Hormuz dari Teluk Oman dan Persia - Tangkapan Layar CNN

Namun, data lalu lintas pelayaran menunjukkan penurunan drastis jumlah kapal yang melintas. Hanya sekitar 5 persen dari volume sebelum perang yang diizinkan lewat, terutama dari negara-negara yang dianggap bersahabat seperti China, India, dan Pakistan.

Perusahaan asuransi maritim global memang telah menaikkan premi risiko untuk pelayaran di kawasan Teluk Persia sejak pecahnya perang pada 28 Februari 2026. Beberapa perusahaan bahkan menolak memberikan perlindungan untuk kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Respons terhadap Ancaman Pengerahan Pasukan

Pernyataan Araghchi juga menjadi respons terhadap berbagai ancaman terbaru dari pemerintahan Trump. Selain ultimatum 48 jam, AS juga dilaporkan tengah mempertimbangkan pengerahan pasukan untuk merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran.

Bacaan Lainnya

Menteri Luar Negeri Iran sebelumnya telah berulang kali menyatakan bahwa negaranya tidak akan bernegosiasi di bawah tekanan ancaman. Iran juga mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi dan air di Timur Tengah jika fasilitasnya diserang.***

Pos terkait