Iran menunjuk Mohammad Bagher Zolghadr, mantan komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) pada Selasa (24/3).
Pengangkatan ini mengisi posisi yang ditinggalkan Ali Larijani yang gugur dalam serangan Israel pekan lalu.
Pengumuman itu disampaikan oleh Mehdi Tabatabai, Deputi Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, melalui platform X. Penunjukan Zolghadr dilakukan melalui dekrit presiden dan mendapat persetujuan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei.
Zolghadr, 72 tahun, membawa pengalaman puluhan tahun di institusi militer, keamanan, dan peradilan Iran. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Gabungan IRGC selama delapan tahun, kemudian delapan tahun sebagai Wakil Komandan Utama IRGC.
Ia juga bertugas sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri untuk Urusan Keamanan di bawah Presiden Mahmoud Ahmadinejad, serta menduduki posisi senior di lembaga peradilan Iran selama hampir satu dekade.
Sebelum penunjukan ini, Zolghadr menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kemanfaatan Sistem—lembaga penengah antara pemerintah dan parlemen yang memberi saran kepada pemimpin tertinggi.
Zolghadr dikenal sebagai sosok “elang” dalam peta politik Iran dan masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa karena perannya dalam program nuklir Iran.
Penunjukan di Tengah Eskalasi Konflik
Pengangkatan ini terjadi di tengah perang skala penuh antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang memasuki pekan keempat. Sejak konflik dimulai 28 Februari, Iran telah kehilangan sejumlah komandan senior dan pejabat tinggi.
Posisi Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran merupakan salah satu jabatan terpenting di negara itu. Larijani, yang tewas dalam serangan presisi Israel di Teheran, disebut sebagai “pemimpin de facto” rezim Iran oleh militer Israel.
Dengan pengangkatan Zolghadr, figur militer garis keras, Israel diperkirakan terus menjadikan pejabat keamanan Iran sebagai target. The National melaporkan Zolghadr diperkirakan menjadi target berikutnya.
Penunjukan ini terjadi di tengah kabar simpang siur negosiasi Iran-AS. Presiden AS Donald Trump mengklaim telah melakukan “pembicaraan sangat baik dan produktif” dengan Iran. Namun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan tidak ada negosiasi berlangsung.
Sementara itu, IRGC mengumumkan peluncuran gelombang ke-78 Operasi Janji Sejati 4, menargetkan Dimona, Tel Aviv, dan Eilat dengan rudal Emad dan Qadr.
Di tengah eskalasi ini, Zolghadr—yang pada Oktober 2023 pernah menyebut serangan Hamas terhadap Israel sebagai “titik balik jatuhnya rezim Zionis”—kini memegang kendali kebijakan keamanan nasional Iran.***





