Iran Ancam Hancurkan Infrastruktur Air dan Energi Timur Tengah jika AS Serang Pembangkit Listrik

Sebuah papan reklame di Teheran yang menampilkan potret mendiang pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. — The Guardian

Dimona merupakan lokasi pusat penelitian nuklir Negev, yang diyakini sebagai tempat penyimpanan satu-satunya senjata nuklir di Timur Tengah. Israel tak pernah mengakui memiliki senjata nuklir dan bersikeras fasilitas tersebut hanya untuk penelitian.

Tampilan drone menunjukkan kerusakan setelah malam serangan Iran di Dimona. – Roei Kastro/Reuters

Untuk pertama kalinya, rudal Iran menembus sistem pertahanan udara Israel di kawasan tersebut. Militer Israel mengakui tidak mampu mencegat rudal yang menghantam Dimona dan Arad.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran menyatakan pasien dievakuasi dari Rumah Sakit Imam Ali di kota Andimeshk setelah serangan udara sehari sebelumnya. Lebih dari 2.000 orang telah tewas di Iran sejak AS dan Israel memulai serangan pada 28 Februari 2026.

Bacaan Lainnya
Netanyahu: Kami Akan Buru Komandan IRGC

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merespons dengan pernyataan keras. Dalam kunjungannya ke Arad, ia menyatakan akan memburu komandan senior IRGC.

“Kami mengejar rezim. Kami mengejar IRGC, geng kriminal ini. Kami mengejar mereka secara pribadi, para pemimpin mereka, instalasi mereka, aset ekonomi mereka,” ujar Netanyahu.

Militer Israel menyatakan akan menyerang Teheran sebagai pembalasan. Di Tel Aviv, 15 orang terluka dalam insiden terpisah yang melibatkan bom kluster pada Minggu pagi.

WHO: Perang pada Tahap Berbahaya

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa perang berada pada “tahap berbahaya” dan menyerukan pengendalian diri.

“Serangan yang menargetkan situs nuklir menciptakan ancaman yang meningkat bagi kesehatan masyarakat dan keselamatan lingkungan,” kata Tedros.

Amnesty International bulan ini memperingatkan bahwa serangan terhadap sistem penyedia layanan esensial seperti listrik, pemanas, dan air berisiko melanggar hukum internasional. Dalam beberapa kasus, hal itu dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang karena berpotensi menimbulkan kerusakan sipil yang luas dan menghancurkan.

Situs Strategis AS di Irak dan Arab Saudi Diserang

Setidaknya enam serangan semalam menargetkan pusat diplomatik dan logistik AS di Bandara Baghdad, menurut pejabat Irak. Arab Saudi melaporkan tiga rudal terdeteksi di wilayah Riyadh.

Pos terkait