Kerusakan dan perubahan struktur jantung juga dapat mengganggu sistem listrik alami organ tersebut. Akibatnya, penderita berisiko mengalami aritmia atau detak jantung tidak teratur, bahkan henti jantung mendadak.
Kenali Tanda Kerusakan Jantung
Kerusakan akibat hipertensi umumnya berkembang perlahan. Gejala baru dapat muncul setelah fungsi jantung menurun atau terjadi komplikasi.
Tanda yang perlu diwaspadai antara lain sesak napas, terutama ketika berbaring, serta pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau perut. Kondisi itu dapat terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif sehingga cairan menumpuk di paru-paru dan jaringan tubuh.
Penderita juga dapat mengalami kelelahan berlebihan, jantung berdebar atau berdetak tidak teratur, pusing, serta nyeri dada ketika beraktivitas. Nyeri dada bisa menandakan aliran darah ke otot jantung terhambat dan memerlukan pemeriksaan medis segera.
American Heart Association mencatat hipertensi yang tidak terkendali dapat menyebabkan serangan jantung, penyakit jantung, gagal jantung, strok, kerusakan ginjal, hingga gangguan penglihatan.
WHO menyarankan masyarakat memeriksa tekanan darah secara rutin karena hipertensi tidak selalu menimbulkan keluhan. Risiko dapat ditekan dengan mengurangi konsumsi garam, menjaga berat badan, berolahraga teratur, tidak merokok, membatasi alkohol, serta mengonsumsi obat sesuai petunjuk tenaga medis.
“Memeriksa tekanan darah adalah cara terbaik untuk mengetahui apakah seseorang mengalami tekanan darah tinggi,” demikian keterangan WHO.***





