Guru Besar Departemen Teknik Informatika ITS ini juga menegaskan bahwa tantangan dari keberadaan NLP ini adalah bagaimana mengoptimalkan potensinya agar dapat memahami dan merespons bahasa manusia dengan lebih akurat. Sehingga digunakan beberapa metode analisis yang mencakup text processing, text mining, web mining, information retrieval, computational intelligence, dan social network analysis.
Berdasarkan metode tersebut, Diana berhasil mengembangkan fitur dinamis hasil analisis perilaku yang direpresentasikan dalam bentuk graf. Pemodelan graf ini bersifat fleksibel dan dapat diaplikasikan pada berbagai jenis data, termasuk untuk menganalisis aspek dinamis dari objek pengguna platform media sosial X (Twitter). “Identifikasi ini tidak hanya memahami pola interaksi masyarakat di platform sosial, tetapi juga dapat menggali potensi kewirausahaan,” tuturnya.
Tak terbatas pada fitur graf, pendekatan lainnya dilakukan dengan memperhatikan kata-kata kunci melalui pengelompokan data menggunakan metode Latent Dirichlet Allocation (LDA). LDA dapat menganalisis peluang suatu kata muncul bersamaan dengan kata lain, sehingga memungkinkan identifikasi kepakaran secara akurat. Untuk meningkatkan utilitas analisis, Diana juga melakukan pengembangan visualisasi untuk membantu pencarian pakar.
Secara keseluruhan, dedikasi Diana ini telah memberikan sumbangsih besar kepada ITS, pemerintah, dan masyarakat Indonesia. Hingga saat ini, Diana sedang berfokus menganalisis text processing language khusus untuk bahasa daerah di Indonesia. Dengan pendekatan ini, ia berharap hasil analisisnya dapat menjadi rekomendasi berharga bagi para peneliti untuk membantu dalam mengungkap perilaku manusia terkait isu-isu tertentu.
Prof Dr Ir Diana Purwitasari SKom MSc, Guru Besar ke-190 ITS saat melakukan analisis penentuan keahlian seseorang dengan menggunakan teknologi NLP dalam penelitiannya. __FOTO:HUMAS ITS





