Tim Pemenangan Pasangan (TPP) Khofifah-Emil mengumumkan hasil real count Pilkada Jawa Timur 2024 dari 51.940 Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang mencakup sekitar 85,5 persen dari seluruh TPS di Jawa Timur.
Berdasarkan data yang dihimpun, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak meraih 60,41 persen suara, menurut laporan yang telah diunggah pada bank data center Khofifah-Emil, yang berasal dari saksi dan formulir C1.
Ketua TPP Khofifah-Emil, Boedi Prijo, mengungkapkan rasa syukur atas kerja keras seluruh tim, relawan, dan masyarakat Jawa Timur yang turut mendukung jalannya demokrasi. “Hasil ini adalah berkat kerja keras dari seluruh elemen, mulai dari TPP, partai pengusung, hingga relawan,” ujar Boedi dalam keterangannya.
Meski demikian, Boedi menegaskan pentingnya tetap mengawasi dan mengawal suara hingga penghitungan resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi euforia berlebihan, mengingat pentingnya menjaga amanah suara rakyat.
“Saya mengimbau kepada seluruh tim dan relawan untuk tetap fokus mengawal proses hingga penghitungan akhir di KPU. Jangan lengah, karena suara rakyat adalah amanah yang harus dijaga,” tegas Boedi.
Sementara itu, lembaga survei Poltracking juga merilis hasil quick count yang menunjukkan kemenangan serupa untuk pasangan Khofifah-Emil. Direktur Survei Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menyatakan bahwa pasangan nomor urut 2 ini unggul dengan perolehan suara sebesar 59,22 persen.
Selain itu, hasil hitung cepat yang dikeluarkan oleh lembaga survei ARCI menunjukkan angka yang hampir identik, dengan Khofifah-Emil meraih 60,1 persen. Direktur ARCI, Baihaki Sirait, mengungkapkan bahwa pasangan Khofifah-Emil unggul signifikan di wilayah Madura, Tapal Kuda, dan Mataraman. ARCI mengambil sampel dari 600 TPS di seluruh Jawa Timur, dengan margin of error 1 persen.
Kendati hasil ini mengindikasikan kemenangan bagi pasangan Khofifah-Emil, Boedi Prijo dan tim pemenangan tetap menegaskan bahwa seluruh proses pemungutan suara dan penghitungan suara harus diawasi dengan seksama hingga KPU memberikan pengumuman resmi.***




