Pada Kamis malam (18/4), pukul 23.00 WIB, BNPB memantau Pelabuhan Tagulandang yang digunakan untuk evakuasi dan distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak. Pemerintah daerah Kabupaten Sitaro telah mengaktifkan pos komando di Desa Apengsala, yang berjarak 15 km dari Gunung Ruang.
Setelah letusan eksplosif, jaringan listrik dan komunikasi lumpuh di Kampung Laing Patehi di Pulau Ruang. Sementara itu, di Desa Lumbo di Pulau Tagulandang, jaringan komunikasi tidak berfungsi dengan baik. Pengungsi yang telah teridentifikasi oleh BPBD di Pulau Tagulandang berjumlah 272 keluarga atau 838 orang. Mereka berasal dari Desa Laingpatehi sebanyak 166 keluarga (506 orang) dan Desa Pumpente sebanyak 106 keluarga (332 orang).
Evakuasi juga sedang dilakukan untuk penduduk di Pulau Tagulandang, khususnya di sisi barat yang menghadap Pulau Ruang. Pemerintah daerah terus melakukan pendataan, dengan sementara ini tercatat sebanyak 6.045 orang dari Kelurahan Bahoi dan Kelurahan Balehumara.
Berdasarkan dasbor pemantauan vulkanik, Gunung Ruang masih terlihat meskipun sebagian tertutup Jumat (19/4). Kawah utama memancarkan asap berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi, mencapai ketinggian sekitar 50-100 meter dari puncak gunung. Cuaca berawan dengan angin lemah bertiup ke arah selatan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Ruang ke level tertinggi, IV (Awas), pada 17 April 2024, pukul 21.00 Wita.





