Gunung Lewotobi Laki-laki di Pulau Flores kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Setelah erupsi pertama pada Senin, 7 Juli 2025, letusan susulan kembali terjadi pada, Rabu, 9 Juli 2025 pukul 02.52 WITA.
_____
Erupsi kali ini memunculkan awan abu pekat, membuat warga panik, sekolah ditutup, dan jalanan diselimuti abu vulkanik. “Bau belerang dan abu begitu pekat di udara hingga bernapas terasa menyakitkan,” ungkap Very Awales, pejabat informasi publik di Flores Timur dikutip dari laporan Sky News.
Abu vulkanik membuat jarak pandang menurun drastis. Banyak warga berlarian menyelamatkan diri, sementara para pengendara motor dan mobil kesulitan melintasi jalan yang dipenuhi abu dan kerikil.
Awan panas dilaporkan menyembur hingga 4 kilometer ke udara. Bahkan, pada letusan sebelumnya, tinggi kolom abu tercatat mencapai 13 hingga 18 kilometer dari permukaan laut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga agar tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari kawah dan sektor barat daya hingga timur laut sejauh 7 kilometer.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak percaya isu-isu liar, dan mematuhi arahan dari pemerintah daerah,” tegas Herman Yosef S Mboro, petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang dikutip dari laman Magma Indonesia.
PVMBG juga memperingatkan ancaman sekunder berupa banjir lahar hujan, terutama di daerah-daerah berhulu di puncak gunung seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Warga diminta waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Sekolah Libur, Masker Dibagikan
Sejumlah sekolah di kawasan terdampak ditutup sementara. Pemerintah daerah melalui BPBD terus menyalurkan masker kepada warga. Petugas juga mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker atau penutup hidung-mulut saat beraktivitas di luar rumah demi mencegah gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.
PVMBG memastikan terus memantau aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dan akan menyampaikan informasi terkini secara berkala. Warga bisa menghubungi Pos Pengamatan Lewotobi Laki-laki atau PVMBG di Bandung pada nomor 022-727260.
Koordinasi antara Pemda, BPBD Provinsi NTT, dan Satlak Penanggulangan Bencana di Flores Timur terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan respons tanggap darurat berjalan optimal.




