Dermaga Jadi Prioritas
Tim ITS saat ini memprioritaskan pemeriksaan kelayakan dermaga agar tetap dapat melayani kapal pengangkut bantuan logistik.
Tim juga melakukan koordinasi dan menyiapkan data teknis mengenai kondisi infrastruktur pelabuhan sebagai salah satu pintu masuk utama bantuan ke wilayah terdampak gempa NTT.
Satgas Bencana ITS melibatkan sejumlah dosen dari Departemen Teknik Sipil, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), serta Teknik Sipil Infrastruktur ITS.
Tim telah menyusun strategi pemulihan secara bertahap, mulai dari perbaikan jangka pendek hingga rencana jangka panjang.
“Akselerasi pemulihan fasilitas umum menjadi penting karena diharapkan menjadi salah satu cara dalam pemulihan ekonomi lokal,” ujar Mudji.
ITS dan Pelindo Perkuat Asesmen
Untuk memastikan kondisi fasilitas pelabuhan secara lebih menyeluruh, ITS juga memperkuat kerja sama dengan PT Pelindo.
Asesmen lebih mendalam diperlukan agar operasional Pelabuhan Lorens Say tetap berjalan optimal selama masa tanggap darurat.
Tim ITS juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan PU Bina Marga Provinsi NTT. Koordinasi tersebut dilakukan agar proses pemulihan infrastruktur berjalan berdasarkan kondisi teknis di lapangan.
Tim Satgas Bencana ITS diperkirakan berada di lokasi selama satu minggu ke depan untuk menyelesaikan pemeriksaan kondisi dermaga.
Salah satu pemeriksaan yang disiapkan adalah inspeksi bawah air untuk memastikan tidak terdapat kerusakan pada pondasi dermaga.
Selain melakukan asesmen infrastruktur, tim ITS juga telah melakukan penggalangan dana dan menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak.
Mudji menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk memastikan infrastruktur vital tetap berfungsi sekaligus membantu masyarakat NTT kembali beraktivitas setelah bencana.***





