Awas, Obesitas Mengancam Masa Depan Anak!

Obesitas terjadi ketika energi yang dikonsumsi jauh lebih banyak dibanding energi atau kalori yang dikeluarkan oleh tubuh. Maka dari itu, untuk mencegah dan mengatasi obesitas pada anak, ada beberapa hal yang perlu dilakukan.

  1. Mengembalikan kebiasaan makan sesuai usia

Mengatasi obesitas pada bayi usia 0 – 2 tahun berbeda dengan anak yang lebih besar. Ini karena di masa 0 – 2 tahun ini bayi sedang dalam proses pertumbuhan liner. Artinya, status gizi bayi di masa depan atau saat ia dewasa akan sangat ditentukan oleh kondisinya saat itu.

Maka, yang bisa dilakukan untuk mengatasi obesitas pada bayi adalah dengan mengembalikan kebiasaan makan bayi setiap hari sesuai dengan usianya saat ini. Jika usia bayi saat ini sudah masuk ke masa pemberian MPASI, tetapi porsi dan jadwal makan bayi di luar aturan normal, coba benarkan kembali. Berikan frekuensi dan porsi makan bayi yang tepat, sesuai usianya, agar bayi tidak mengalami kekurangan gizi yang dapat menghambat tumbuh kembangnya. Namun, pastikan perubahan pola makan tersebut tidak membuat bayi susah makan.

Bacaan Lainnya
  1. Memberikan makanan dengan diet seimbang

Tetap berikan anak berbagai makanan dengan gizi seimbang. Makanan yang direkomendasikan adalah: sayuran dan buah-buahan; sumber karbohidrat seperti nasi merah, gandum, atau makanan dari gandum utuh (roti gandum dan sereal); susu dan produk susu; daging; ikan; kacang-kacangan; dan sumber protein tinggi lainnya.

Anak-anak membutuhkan setidaknya lima porsi sayuran dan buah-buahan setiap hari untuk mencukupi kebutuhan vitamin, mineral, serta serat agar anak terhindar dari konstipasi. Makanan sumber protein diperlukan anak untuk membangun sel-sel dalam tubuh, sedangkan karbohidrat diperlukan sebagai sumber energi.

  1. Konsumsi susu rendah gula

Salah satu cara paling efektif untuk mengatasi sekaligus mencegah obesitas pada anak adalah dengan membatasi pemberian gula pada makanan dan minuman si kecil. Beri anak susu rendah gula yang memiliki kandungan gizi lengkap. Susu rendah gula ini umumnya kaya kandungan asam lemak omega 3 dan 6, yang mendukung perkembangan otak dan kecerdasan anak.

  1. Olahraga bersama

Konsumsi kalori yang terlalu banyak dan tubuh yang tidak bergerak, bisa memicu obesitas pada si kecil. Anda bisa mengatasinya dengan melakukan olahraga atau aktivitas fisik bersama anak. Aktivitas fisik bisa membuat anak bergerak lebih aktif dan membakar kalori yang sudah dikonsumsi dalam sehari. Kegiatan fisik yang bisa dilakukan bersama anak seperti joging santai, berenang, bersepeda, atau berjalan santai saat pagi atau sore hari.

  1. Mengurangi asupan gula dalam sehari

Konsumsi gula berlebihan, biasanya masuk melalui makanan dan camilan, bisa memicu obesitas pada anak. Maka, kurangi asupan gula dengan mengganti camilan yang biasanya terlalu banyak gula, seperti cokelat atau es krim, dengan buah. Bisa juga mengurangi porsi nasi putih di waktu makan. Nasi putih mengandung kalori tinggi. Satu centong atau 100 gram nasi mengandung 100 kalori. Ketika masuk ke dalam tubuh, kalori diubah menjadi gula. Bila tidak dikurangi, obesitas anak bisa semakin parah.

  1. Kurangi waktu menonton TV

Menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar dapat membuat anak malas bergerak. Hal ini dapat membuat anak lebih mungkin mengalami kenaikan berat badan. Oleh karena itu, Anda perlu membatasi waktu anak menonton TV, bermain game, dan kegiatan lainnya. Sebaiknya waktu anak menonton tv tidak lebih dari dua jam dan tidak menaruh tv di kamar tidur anak.

Obesitas pada anak adalah hal penting yang perlu dipahami orang tua, sehingga tidak lagi menganggap bahwa anak gemuk itu sehat. Selalu cek kesehatan si kecil termasuk mengawasi berat badannya agar tetap sesuai dengan kriteria sehat anak seusianya.

(Yadi | Septia | Diolah dari berbagai sumber)

Pos terkait