Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Berlangsung, Zona Aman Diperluas hingga 9 Km

Lewatobi Laki Laki
Kawasan rawan bencana Lewatobi Laki Laki. Foto:BPBD NTT
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur masih berlangsung dengan intensitas tinggi.

Erupsi terakhir terpantau pada Sabtu, pukul 07:16 WITA, dengan kolom abu membumbung setinggi ± 1.000 meter di atas puncak (sekitar 2.584 meter di atas permukaan laut). Asap abu berwarna kelabu tebal terhembus ke arah barat dan barat laut.

Dalam laporan resmi, PVMBG mencatat bahwa erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29,6 mm dan durasi sekitar 1 menit 46 detik. Selain abu vulkanik, erupsi juga disertai lontaran lava pijar dan awan panas yang bergerak ke arah barat hingga barat laut.

“Kami telah memutuskan untuk memperluas zona aman dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dari semula 8 km menjadi 9 km, untuk mengantisipasi aktivitas vulkanik yang tinggi,” jelas Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, dikutip dari laman resmi PVMBG, Ahad (9/11).

Bacaan Lainnya

Wafid meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Ia juga mengimbau agar tidak ada aktivitas dalam radius 7 km dari pusat erupsi, serta sektoral sejauh 8 km di arah Barat Daya hingga Barat Laut.

“Kami mengimbau warga untuk mengikuti arahan pemerintah daerah setempat dan selalu memperhatikan perkembangan terbaru terkait aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki,” tambahnya.

Waspadai Banjir Lahar dan Bahaya Abu Vulkanik

Selain risiko erupsi, Wafid mengingatkan masyarakat akan potensi banjir lahar jika terjadi hujan deras di wilayah sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki. “Masyarakat diimbau untuk mewaspadai aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung ini jika turun hujan deras,” kata Wafid.

Untuk melindungi kesehatan pernapasan, warga juga diimbau untuk selalu memakai masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari bahaya abu vulkanik.

PVMBG menegaskan akan terus memantau aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur serta Satlak PB setempat untuk menyampaikan informasi terbaru.

Pos terkait