Campak Bisa Mematikan, Dokter Unair Minta Pasien Isolasi

Ruam campak. - Wikimedia
Campak sangat menular dan bisa berujung kematian jika pasien terlambat mengenali gejala lalu tetap beraktivitas di ruang publik.

Campak masih kerap dianggap sepele, padahal penyakit ini sangat menular dan berisiko menyebabkan kematian. Pakar Kesehatan Anak Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dr. Irwanto, dr., Sp.A(K), meminta setiap orang yang positif terinfeksi campak segera mengisolasi diri agar tidak menularkan virus ke orang lain, terutama kelompok rentan.

Irwanto mengatakan gejala awal campak perlu dikenali sejak dini. Menurut dia, tanda yang perlu diwaspadai ialah batuk pilek yang disertai ruam merah khas di belakang leher dan demam tinggi.

“Sebelum seseorang mengidentifikasi dirinya terkena campak atau tidak, sebaiknya pastikan lebih dulu apakah terdapat beberapa gejala campak yang timbul seperti batuk pilek yang disertai ruam merah spesifik di belakang leher dan demam tinggi,” ujar Irwanto, Guru Besar Fakultas Kedokteran Unair, dikutip pada Senin, 30 Maret 2026.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan, keterlambatan mengenali gejala bisa berdampak serius. Bukan hanya bagi pasien, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.

“Campak merupakan penyakit menular yang berisiko tinggi sampai pada kematian. Jadi, ketika ada seseorang yang positif terinfeksi sebaiknya ia segera mengisolasi diri dari ruang publik dan kelompok rentan seperti anak-anak,” katanya.

Penularan Sangat Cepat di Ruang Publik

Irwanto menjelaskan, campak umumnya menular melalui droplet atau cairan yang keluar dari mulut dan hidung saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Kontak langsung dengan orang yang terinfeksi juga bisa menjadi pintu penularan.

Risiko itu menjadi lebih berbahaya bagi anak-anak. Terutama anak yang belum mendapatkan vaksin measles-rubella (MR) atau vaksin campak Jerman. Kelompok ini dinilai lebih rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang.

Karena itu, ia menilai ruang publik bisa menjadi tempat penyebaran yang sangat cepat bila pasien tetap beraktivitas tanpa isolasi. Ini yang sering luput disadari. Dan itu berbahaya.

Vaksinasi Jadi Kunci Cegah Wabah

Irwanto mengatakan tenaga kesehatan terus mendorong edukasi yang lebih luas kepada masyarakat terkait bahaya campak dan pentingnya vaksinasi. Upaya itu, kata dia, perlu diperkuat lewat kerja sama dengan Kementerian Kesehatan agar pencegahan bisa menjangkau lebih banyak keluarga.

Pos terkait