Fasilitas rudal Iran disebut tertanam hingga 500 meter di bawah granit.
Laporan Bild, media Jerman, menyebut fasilitas rudal Iran dibangun sangat dalam di bawah pegunungan granit, membuat serangan udara Amerika Serikat dinilai belum tentu efektif menembusnya.
Media Jerman Bild mengungkap sebagian fasilitas militer Iran berada pada kedalaman sekitar 400 hingga 500 meter di bawah permukaan. Lokasi itu diperkuat lapisan batu granit tebal yang berfungsi sebagai perisai alami.
Analisis tersebut menegaskan satu hal. Perang udara saja belum tentu cukup.
Struktur Dalam Jadi Kunci Bertahan
Laporan Bild menyebut lapisan batu keras setebal 50 hingga 100 meter melindungi fasilitas dari serangan langsung. Bunker ini dirancang untuk menjaga operasional rudal, drone, hingga jalur peluncuran tetap aktif saat diserang.
Jaringan bawah tanah itu juga tidak berdiri sebagai satu titik. Infrastruktur tersebar di berbagai wilayah pegunungan dengan sistem terowongan kompleks dan saling terhubung.
Desain ini memungkinkan sebagian fasilitas tetap berfungsi meski titik lain terkena serangan.
Keterbatasan Bom Penembus Bunker
Kemampuan bom penghancur bunker milik AS turut menjadi sorotan. GBU-57 Massive Ordnance Penetrator dirancang untuk menghantam target yang terlindungi kuat.
Namun, laporan menyebut daya tembusnya hanya sekitar puluhan meter tanah atau beton. Angka ini jauh di bawah kedalaman fasilitas Iran yang mencapai ratusan meter di dalam gunung.
Perbedaan kedalaman itu menjadi faktor krusial. Energi ledakan disebut akan habis sebelum mencapai inti target.
Serangan Berisiko Tak Menentukan
Pengalaman konflik sebelumnya memperkuat analisis tersebut. Serangan udara terhadap fasilitas Iran dilaporkan mampu merusak bagian permukaan, tetapi dampak terhadap struktur bawah tanah sulit dipastikan.
Beberapa laporan bahkan menyebut kompleks bawah tanah di wilayah seperti Yazd tetap beroperasi meski diserang berulang kali.
Dengan kondisi itu, bunker dalam pegunungan dinilai memberi Iran keunggulan strategis. Produksi, penyimpanan, hingga peluncuran rudal bisa terus berjalan di tengah tekanan militer.
Perang tidak hanya ditentukan di udara.***





