Bungkam Tottenham 5-1, Liverpool Kunci Gelar Juara Liga Inggris Meski Masih Ada Sisa 4 Pertandingan

M Salah merayakan gelar juara Liga Utama Inggris bersama rekan-rekannya. Liverpool menang atas Tottenham Hotspur dengan skorr 5-1, Ahad, 28 April 2025 malam. Foto:Liverpool
Stadion Anfield di Kota Liverpool, Inggris, bergemuruh. Pasukan Arne Slot resmi mengunci gelar ke-20 Premier League musim ini setelah membantai Tottenham Hotspur 5-1, Ahad, 27 April 2025. Hasil tersebut membuat Liverpool mengumpulkan 82 poin — tak terkejar lagi, bahkan dengan empat laga tersisa.

_________________

Luis Diaz, Alexis Mac Allister, Cody Gakpo, Mohamed Salah, dan gol bunuh diri Destiny Udogie memastikan pesta di kandang sendiri berlangsung sempurna. Ini adalah gelar ke-20 Liga Inggris bagi The Reds dan untuk Slot, ini prestasi yang luar biasa: ia menjadi manajer kelima dalam sejarah Premier League yang langsung juara di musim debutnya.

“Sangat, sangat bahagia. Tapi rasanya juga cukup tidak nyata,” ujar Slot dikutip dari laman Liverpool FC, Senin 28 April 2025 .  “Anda bekerja sangat keras untuk momen ini. Saat akhirnya datang, butuh waktu untuk benar-benar meresapinya.”

Slot mengenang kenangan manisnya bersama Liverpool beberapa tahun silam, ketika pertama kali diundang menyaksikan laga di Anfield. Lawannya? Tottenham juga. “Kemenangan hari ini membuat kenangan itu terasa semakin spesial,” imbuhnya.

Momen emosional sempat dirasakannya saat bus tim tiba di stadion. “Melihat ekspresi suporter membuat saya berpikir, ‘Tak mungkin kami kalah hari ini’,” katanya.

Sang pemilik klub, John W Henry, langsung menyampaikan ucapan selamat di pinggir lapangan. “Mungkin beliau bilang selamat! Saya tidak ingat persis,” kata Slot sambil tersenyum. “Mereka percaya kepada saya sejak awal. Sekarang semua orang berkata itu keputusan yang tepat.”

Slot juga berbagi rasa syukur karena keluarganya datang langsung menyaksikan kemenangan tersebut. “Keluarga kami semua berkorban. Jadi saat momen seperti ini terjadi, semua pengorbanan itu terasa sepadan,” ucapnya.

Cody Gakpo, salah satu pencetak gol, mengaku bangga dengan “dampak Belanda” di Liverpool musim ini. “Luar biasa. Kami bekerja keras sepanjang tahun,” katanya. “Virgil [van Dijk] sudah lama di sini, tapi tahun ini Ryan [Gravenberch] juga bermain seperti yang kami tahu di Belanda. Dan tentu saja, peran pelatih membawa kami ke level baru.”

Gakpo berharap pencapaian ini jadi titik awal untuk masa depan yang lebih cerah. “Semoga kami bisa semakin kuat di musim-musim berikutnya,” tegasnya.

Alexis Mac Allister pun menambahkan, “Memenangkan Piala Dunia dan kini Premier League adalah hal luar biasa. Tapi ini semua karena rekan satu tim saya. Saya hanya bagian kecil dari teka-teki.”

Mac Allister menilai skuad Liverpool tahun ini tampil lebih komplet dibandingkan musim lalu. “Tahun lalu kami sudah bagus, tapi belum cukup. Sekarang kami membuat perbedaan besar,” kata pemain asal Argentina tersebut.

Bek senior Andy Robertson mengenang perjalanan emosional saat Liverpool terakhir kali juara di 2020, saat pandemi COVID-19. “Dulu itu terasa aneh. Kami menang, tapi dunia berhenti,” katanya. “Hari ini beda. Merayakannya bersama fans, di lapangan, sungguh luar biasa. Tak ada yang bisa menandingi momen ini.”

Anfield malam itu berubah menjadi lautan merah. Para pemain, staf, dan suporter berpesta bersama. Untuk Liverpool, ini bukan sekadar gelar. Ini tentang kebangkitan. Tentang harapan. Tentang sejarah yang kembali ditulis dengan tinta emas.***