Menanggapi spekulasi bahwa landasan pacu Bandara Muan yang relatif pendek bisa jadi faktor, otoritas menepis dugaan itu. Landasan pacu sepanjang 2.800 meter tersebut disebut telah digunakan pesawat lain tanpa masalah.
Penjabat Presiden Korea Selatan, Choi Sang-mok, menetapkan Muan sebagai zona bencana khusus. Pemerintah juga mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari. Altar peringatan akan didirikan di lokasi kecelakaan dan 17 wilayah lain sebagai penghormatan bagi para korban.
“Pemerintah akan mengerahkan semua sumber daya untuk penanganan kecelakaan dan mendukung keluarga korban,” ujar Choi.
Permintaan Maaf Jeju Air
CEO Jeju Air, Kim E-bae, menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Ia menyebut belum ada indikasi kerusakan pesawat sebelum kecelakaan terjadi.
“Kami belum bisa memastikan penyebabnya, termasuk kemungkinan tabrakan dengan burung. Namun, kami akan bekerja sama penuh dengan pihak berwenang untuk mengungkap fakta,” kata Kim dalam konferensi pers.
Kecelakaan ini terjadi kurang dari satu bulan sejak Jeju Air membuka rute ke Bangkok pada 8 Desember. Maskapai berbiaya rendah ini kini menghadapi sorotan tajam terkait keselamatan penerbangan mereka.***





