Kunjungan Bersejarah! Prabowo Terima Mugunghwa dan Sepakati 10 Kerja Sama

Indonesia Korsel
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung bersalaman dengan Presiden Prabowo Subianto sebagai simbol peningkatan hubungan bilateral Korea Selatan dan Indonesia di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), Rabu, 1 April 2026. - Setpres
Presiden Prabowo Subianto menerima penghargaan kehormatan tertinggi Republik Korea, The Grand Order of Mugunghwa, yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Korea Lee Jae Myung dalam Friendship Event di Sangchungjae, Istana Kepresidenan Korea Selatan, Rabu, 1 April 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Korea Selatan sekaligus simbol penguatan hubungan bilateral kedua negara.

The Grand Order of Mugunghwa merupakan penghargaan nasional tertinggi Korea Selatan yang diberikan kepada kepala negara sahabat atas kontribusi luar biasa terhadap pembangunan dan keamanan Korea. Penghargaan ini berupa badge, collar, star, dan lapel badge yang terbuat dari logam mulia dan batu permata.

Pemerintah Korea Selatan menganugerahkan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas peran Presiden Prabowo dalam mempererat hubungan Indonesia–Korea, termasuk peningkatan status kemitraan menjadi Special Comprehensive Strategic Partnership.

Bacaan Lainnya

Sejak pertama kali diberikan pada 1949, penghargaan ini telah diterima lebih dari 100 tokoh dunia, termasuk Syngman Rhee, Emmanuel Macron, hingga Willem-Alexander.

Selain menerima penghargaan, Presiden Prabowo juga menyaksikan pengumuman dan pertukaran 10 nota kesepahaman (MoU) di Cheong Wa Dae (Blue House).

Kesepakatan tersebut mencakup sektor prioritas, yakni Dialog Strategis Komprehensif Khusus, Kerja Sama Ekonomi 2.0, Kemitraan Mineral Kritis, Pengembangan Digital, kecerdasan buatan (AI) untuk kesehatan dan sumber daya manusia, energi bersih, penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS), industri jasa pembangkit lepas pantai, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kerja sama keuangan (Danantara–Exim Bank Korea).

Pemerintah menilai MoU ini sebagai langkah konkret untuk memperkuat kemitraan jangka panjang yang mendorong ekonomi inklusif, transformasi teknologi, dan ketahanan industri.

Lee Jae Myung: Momentum Sejarah

Dalam jamuan santap siang kenegaraan, Presiden Lee menyebut pertemuan ini sebagai tonggak penting hubungan kedua negara.

“Ini momen bersejarah. Kemitraan kita kini meningkat menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus,” ujar Lee.

Ia juga menyoroti peluang investasi melalui Danantara Fund serta kerja sama strategis di sektor pertahanan, maritim, dan kecerdasan buatan. Lee menegaskan kesamaan visi dengan Presiden Prabowo, yakni menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.

Prabowo: Kita Punya Sejarah dan Visi Sama

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta menegaskan bahwa hasil pertemuan bilateral sangat produktif. “Peningkatan hubungan ini mencerminkan kepercayaan mendalam dan visi bersama,” kata Prabowo.

Ia juga menyoroti kesamaan sejarah Indonesia dan Korea Selatan dalam perjuangan kemerdekaan serta kekagumannya terhadap kemajuan industri Korea. Mengutip pepatah Korea, Prabowo menegaskan pentingnya kolaborasi: “Jika kita berjalan bersama, kita akan melangkah lebih jauh.” Penganugerahan penghargaan dan penandatanganan MoU ini menegaskan arah baru hubungan Indonesia–Korea Selatan yang semakin strategis.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat posisi kedua negara dalam menghadapi tantangan global sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.***

Pos terkait