BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Saat Perayaan Imlek di Jakarta

Ilustrasi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di Jakarta saat perayaan Imlek 2025 yang jatuh pada Rabu, 29 Januari 2025. Foto:Dok
mengeluarkan peringatan dini cuaca wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), Rabu, 29 Januari 2025, pada pukul 07:23 WIB. Kawasan Daerah Khusus Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Wilayah yang diprediksi terdampak termasuk Kabupaten Tangerang (Sepatan Timur), Kota Tangerang (Tangerang, Batuceper, Benda, Cipondoh, Ciledug, Karawaci, Neglasari, Pinang, Karang Tengah), serta beberapa daerah di Jakarta seperti Gambir, Sawah Besar, Kemayoran (Jakarta Pusat), Penjaringan, Tanjung Priok, Koja, Cilincing, Pademangan, Kelapa Gading (Jakarta Utara), dan Cengkareng, Grogol Petamburan, Taman Sari, Tambora, Kebon Jeruk, Kalideres, Pal Merah, Kembangan (Jakarta Barat), serta Kebayoran Lama, Pesanggrahan (Jakarta Selatan).

Peringatan ini juga mencakup wilayah pesisir utara Jakarta, yang diperkirakan mengalami banjir rob akibat fenomena pasang maksimum air laut. Berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok yang diunggah akun @bpbddkijakarta, pasang maksimum yang bersamaan dengan fase Bulan Baru dapat meningkatkan ketinggian air laut.

Kondisi ini mengakibatkan rob di wilayah pesisir seperti Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan Kepulauan Seribu. Warga di kawasan ini diminta untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum yang diperkirakan berlangsung hingga 30 Januari 2025.

Bacaan Lainnya

Melansir laman Jakartamu, curah hujan tinggi juga menjadi penyebab utama banjir di beberapa wilayah Jakarta. Pos Pantau Sunter Hulu mencatat status Siaga 3 pada pukul 17:00 WIB yang meningkat menjadi Siaga 2 hanya dalam satu jam, Selasa, 28 Januari 2025. Genangan air terus bertambah, memperburuk kondisi di kawasan tersebut. Masalah drainase yang tidak optimal, seperti saluran air tersumbat sampah dan sedimentasi di sungai, semakin memperburuk situasi.

Beberapa titik yang terendam banjir antara lain Podomoro arah Sunter, Jalan Daan Mogot, hingga kawasan Monas. Menanggapi situasi ini, Pemprov DKI Jakarta segera bergerak dengan mengerahkan pompa air untuk menyedot genangan di lokasi-lokasi prioritas, seperti Jalan Pluit Dalam, Jalan Yos Sudarso Raya, dan Jalan Gaya Motor.

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) juga terlibat aktif membersihkan saluran air yang tersumbat di beberapa kelurahan. Di sisi lain, hujan deras disertai angin kencang merobohkan pohon di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, yang segera dievakuasi oleh petugas PPSU dari Kelurahan Gambir untuk menghindari risiko kecelakaan

BPBD DKI Jakarta terus memantau titik-titik rawan banjir dan berkoordinasi dengan kelurahan serta camat setempat. Warga pesisir diimbau untuk terus memantau informasi terkini tentang gelombang air laut melalui situs bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut dan menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112 jika terjadi keadaan darurat.

Pemprov DKI Jakarta juga menyarankan agar masyarakat tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan banjir yang dapat terjadi sewaktu-waktu.***

Pos terkait