Gus Ipul Menjawab Tudingan Aliran Dana Muktamar NU, Apa Kata Dia?

Wakil Ketua Umum PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan klarifikasi terhadap tuduhan adanya politik uang dalam Muktamar NU di Jombang. (Tangkapan Layar Youtube Forum Keadilan TV)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menantang pembuktian tudingan suap Muktamar NU ke KPK, usai Dewan Pers menyatakan siniar Forum Keadilan TV melanggar kode etik jurnalistik.

Menteri Sosial sekaligus Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah Yusuf menepis tudingan adanya aliran dana dan transaksi politik pada Muktamar NU. Pernyataan ini disampaikan melalui hak jawab resminya.

Pria yang karib disapa Gus Ipul itu meluruskan narasi miring tersebut usai mengantongi putusan Dewan Pers tertanggal 15 Oktober 2026 yang menyatakan siniar Madilog di kanal YouTube Forum Keadilan TV melanggar kode etik.

“Segala tuduhan yang diarahkan kepada saya, termasuk narasi seputar Muktamar NU dan tuduhan aliran dana, adalah sama sekali tidak benar, menyesatkan, dan merupakan fitnah,” kata Gus Ipul dalam rekaman hak jawabnya.

Bacaan Lainnya

Polemik Dugaan Aliran Dana

Ihwal muasal perkara, tuduhan itu dilontarkan oleh Khalilurrahman Abdullah Sahlawi alias Gus Lilur. Dalam siniar tersebut, ia menuding ada operasi politik uang bernilai ratusan miliar untuk memenangkan pimpinan puncak PBNU.

Menanggapi tuduhan sepihak itu, Gus Ipul menantang pihak penuduh membuktikan dalilnya ke jalur hukum daripada menyebarkan desas-desus tanpa fakta di ruang publik.

“Jika memang ada indikasi yang jelas dan benar, silakan diserahkan ke penegak hukum berwenang. Saya sangat mendukung proses penegakan hukum, khususnya yang dilakukan oleh KPK,” kata Gus Ipul menantang pembuktian data.

Sebelumnya, Gus Ipul mengadukan dua episode tayangan siniar tersebut ke Dewan Pers pada akhir September 2026.Majelis etik pers kemudian memutus materi wawancara itu tidak berimbang serta memuat penghakiman sepihak.

Selain itu, Gus Ipul meminta seluruh pengurus wilayah hingga warga nahdliyin di akar rumput mengedepankan prinsip tabayun dan tidak lekas mempercayai isu liar yang mencederai muruah organisasi keagamaan tersebut.

“Kaum nahdliyin kami minta tetap tenang dan mengedepankan tabayun agar tidak terjebak kabar burung yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Gus Ipul. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan