Biaya Haji Sudah Disepakati Turun, tetapi Prabowo Ingin Lebih Murah Lagi

Dokumentasi kegiatan jemaah haji Indonesia di Arafah untuk menjalani wukuf. (Kemenag RI)
Presiden Prabowo Subianto disebut masih belum puas dengan penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025 yang telah disepakati sebesar Rp89,4 juta. Dari angka itu, jemaah membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sebesar Rp55,5 juta.

Menurut Menurut Ketua Komisi VII DPR RI Marwan Dasopang, Presiden ingin agar biaya tersebut ditekan lebih rendah lagi, untuk meringankan beban masyarakat.

“Masih kepingin (biaya haji diturunkan), sebetulnya. Masih (ingin diturunkan) di bawah itu (Rp89,4 juta),” kata Marwan usai bertemu Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/1).

Marwan pun menegaskan, masukan Presiden akan menjadi catatan penting. Namun, kata dia, penurunan biaya haji untuk 2025 dianggap sudah mencapai batas maksimal. “Mungkin saja periode ini tidak (diturunkan), karena sudah diambil keputusan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Panja BPIH DPR dan Kementerian Agama sebelumnya telah menyepakati BPIH 2025 sebesar Rp89.410.258 per jemaah. Biaya tersebut terdiri dari dua komponen utama:

Pertama, nilai manfaat rata-rata per jemaah haji sebesar Rp33.978.580 atau 38 persen dari total BPIH. Dan kedua, Bipih sebesar Rp55.431.750—atau 62 persen dari total BPIH—mencakup biaya penerbangan, akomodasi di Makkah dan Madinah, serta biaya hidup.

Dengan keputusan tersebut, Bipih 2025 mengalami penurunan sebesar Rp614.420 dibandingkan tahun 2024. Selain itu, total nilai manfaat yang digunakan untuk BPIH 2025 mencapai Rp6,8 triliun, turun Rp1,3 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.***

Pos terkait